fbpx
Atasi Stunting, Pemkab Malang Kerahkan OPD Jadi Bapak atau Ibu Asuh
Malanginspirasi.com, Kepanjen – Bupati Malang HM Sanusi, didampingi Plt. Dinas Kesehatan membuka Sosialisasi Penanganan Stunting di Ruang Rapat Kertanegara, Senin (18/11) pagi bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sosialisasi ini sebagai tindak lanjut hasil lunch meeting beberapa waktu lalu dimana masing-masing OPD mendapatkan tugas untuk menjadi bapak atau ibu asuh dari setiap kecamatan untuk mengatasi stunting di wilayah Kabupaten Malang.

“Terkait penanganan stunting atau tumbuh kembang yang tidak optimal pada anak, saya harapkan secara simultan untuk segera dilakukan upaya pencegahan dengan berbagai faktor indikator penyebabnya. Setelah di analisa oleh para ahli di bidangnya, ternyata faktornya karena masalah ekonomi keluarga, asupan gizi, sanitasi. Kemudian lingkungan banyak limbah sampah yang dibakar (dioxide) terhirup oleh bayi/anak-anak. Disisi lain juga dari pemberian ASI yang tidak tercukupi sehingga harus dibantu dengan susu formula. Ini yang harus kita tangani bersama dengan serius,” ungkap Bupati.

Teknisnya, ia menuturkan bahwa para kepala OPD nantinya akan berperan sebagai penanggung jawab. Sementara kepala puskesmas bertindak sebagai sekretaris, dan camat sebagai bendahara. Terkait dengan anggaran, pria yang akrab disapa Abah ini memastikan bahwa biaya dari Satgas Khusus Penanganan Stunting tetap melekat pada Dinas Kesehatan.

“Yang jelas tidak akan melebihi DPA (dokumen pelaksanaan anggaran). Pembentukan satgas dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera mengeluarkan surat tugas supaya program tersebut bisa segera dieksekusi,” jelas Sanusi.

Ia berharap di tahun 2020 stunting bisa ditekan semaksimal mungkin karena targetnya malang zero stunting. Saat ini masih 6%.

“Semua pihak saya harapkan kerjasamanya menangani permasalahan stunting bersama karena tanpa gotong royong tidak mungkin bisa. Khususnya bagi masyarakat, terlebih orangtua yang paling berperan penting dalam hal ini, bagi leading sector bisa fokus segera mendata dan segera menindaklanjutinya,” pesannya.

Baca Juga : Posyandu Remaja Kampung Biru Arema Demi Remaja Sehat Lahir Batin

Sementara itu, Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Ratih Maharani menuturkan bahwa pihaknya akan segera bergerak dengan membuat kerangka acuan kerja bagi OPD.

“Istilahnya masing-masing OPD sekarang menjadi bapak atau ibu asuh (program pengentasan stunting). Jadi masing-masing (OPD) punya wilayah binaan. Namun sebelum pola tersebut dieksekusi, kami terlebih dahulu akan melakukan studi banding ke Bali untuk mematangkan konsepnya,” jelas Ratih.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengkaji kendala yang paling banyak ditemui. Misalnya persoalan sanitasi, maka akan berkoordinasi dengan cipta karya. Pun demikian jika kendala utamanya adalah soal edukasi, Dinas Kesehatan akan segera menindaklanjutinya.