fbpx
Griyo Kopi de Kajoetangan
Malanginspirasi.com, Kayutangan – Meski banyak kedai kopi bertebaran di Kota Malang, Griyo Kopi de Kajoetangan tak merasa harus bersaing berebut pelanggan. Sebab tak hanya karena lokasinya yang tepat berada di Kampoeng Heritage, kedai ini menawarkan suasana jadul yang melenakan kala menikmati secangkir kopi.

Saat melaunching Griyo Kopi de Kajoetangan, Rabu malam (27/11), Cholis Idham, sang pemilik, mengatakan tak ingin sekedar ikut-ikutan trend membuka kedai kopi. Namun pengalamannya puluhan tahun bekerja di asosiasi eksportir kopi di Surabaya mengajarkannya bahwa kopi tak semata komoditas dagangan. Ada filosofi, nilai sejarah dan perjalanan budaya di balik sajian secangkir kopi.

Karena itulah ia memutuskan mendirikan kedai kopi di tengah perkampungan asli Malang yang kental dengan nuansa tempo dulu, Kayutangan.

“Selain ingin turut meramaikan geliat kampung bersejarah di kawasan Kayutangan, saya juga hendak melestarikan rumah peninggalan kakek dari istri saya, Mbah H. Abdus Syukur dan Mbah Hj. Marwiyah,” kata Cholis tentang kedai kopinya yang berlokasi di Jl. Jend. Basuki Rachmad 6 No. 962, Klojen, Kota Malang.

Bersama Tokoh Masyarakat Kayutangan
(Cholis Idham dan istri bersama seorang tetua masyarakat di Kayutangan saat syukuran pembukaan kedai kopinya. Image : Ist)

Ia menambahkan, rumah penuh kenangan ini di tahun 40-an pernah menjadi pusat pembuatan kue basah.

“Di belakang ada dapur besar yang dulu pernah jadi aktivitas banyak orang. Bikin kue basah. Pedagang-pedagang jajan pasar banyak yang kulakan kemari. Hilir mudik antara yang masak, yang mengantar bahan-bahan kue sampai yang bakulan, menghidupkan aktivitas di lingkungan sekitar sini. Juga perekonomian banyak orang. Aktivitas itu yang coba saya bangkitkan kembali dengan membuat griyo kopi di rumah ini,” tuturnya.

Pemilik Griyo Kopi de Kajoetangan Bersama Ketua KJT
(Bersama Rizal Fahmi, Ketua Kelompok Sadar Wisata Kajoetangan (Pokdarwis KJT). Pokdarwis KJT mengapresiasi berdirinya kedai kopi dengan nuansa Malang Tempoe Doeloe di kawasan Kampung Heritage Kayutangan. Image : Ist)

Soal ide mengapa memilih berjualan suguhan kopi, tutur Cholis, berawal dari partisipasi di acara “Uklam-uklam Heritage nang Kajoetangan” yang digelar Pemerintah Kota Malang akhir Agustus lalu.

Di acara tersebut, dukungan Pemkot dan respon masyarakat atas keberadaan kedai kopi yang beratmosfirkan suasana jadul (jaman dulu) sangat menggembirakan. Apalagi tempat mangkal ngopi yang semacam ini belum ada di Kayutangan.

Kunjungan Walikota Sutiaji Beserta Istri ke Griyo Kopi de Kajoetangan
(Kunjungan Walikota Malang beserta istri ke Griyo Kopi de Kajoetangan di acara “Uklam-uklam Heritage nang Kajoetangan” akhir Agustus lalu. Image : Ist)

Maka mulai saat itu ia bersama Yulia, istrinya, membulatkan tekad membangun kedai kopi dengan konsep menggali romantisme masa lalu. Tapi juga tak meninggalkan wajah kekinian generasi milenial.

“Di luar gambar Bung Karno sebagai ikon, kami juga memasang idiom-idiom khas anak muda jaman sekarang. Misalnya, “Ga ngopi ae deg-degan, opo maneh ga ketemu kamu,” ujar Cholis berkelakar.

Bung Besar dan Tugu Simbol Kota Malang
(Gambar si “Boeng Besar” dan Tugu Kota Malang yang menjadi ikon kedai kopi milik Cholis Idham. Image : Ist)

Baca Juga : Belum, Kopi Dampit Belum Miliki Indikasi Geografis

Untuk menu pendamping selain kopi, sementara ini yang menjadi andalan adalah nasi goreng kambing. Namun tidak tertutup kemungkinan, ke depannya juga akan diramaikan dengan kuliner lain, termasuk kue basah atau jajanan pasar. Ia menerima dengan tangan terbuka kerja sama dengan usaha kuliner atau jajanan pasar buatan warga.Gus Dur pun Doyan Ngopi

Gus Dur & Bacaan Minum Kopi
(Bahkan alm. Gus Dur pun doyan ngopi. Tapi sebelumnya, jangan lupa baca doanya dulu. Image : Ist)

Sedangkan mengenai kopi yang ditawarkan di kedainya kebanyakan adalah jenis robusta. Jenis kopi ini asal Indonesia amat dikenal di dunia. Dari sekian kali mengikuti pameran kopi internasional, kopi Indonesia selalu mendapat acungan jempol dari orang asing.

“Di kawasan ASEAN, Thailand dan Vietnam sama-sama produsen kopi. Tapi untuk kualitas dan rasa, kopi Indonesia tetap yang terbaik. Termasuk yang kami sajikan di griyo kopi ini,” ucap Cholis Idham berpromosi.

Sebagai informasi, Griyo Kopi de Kajoetangan resmi akan dibuka untuk umum hari Sabtu (30/11) lusa. Selasa s/d Jumat buka siang sampai sore. Khusus untuk hari Sabtu dan Minggu, griyo kopi beroperasi mulai pagi hingga malam.