fbpx
Standarisasi Produk dan Kualitas Sangat Penting untuk Memperluas Pasar
Malanginspirasi.com, Lowokwaru – Produk banteng tanpa duri saat ini semakin mudah ditemui. Mulai banyak bermunculan industri rumahan yang kini menekuni usaha menjual bandeng yang sudah bersih dari durinya.

Namun untuk memperluas pasar, khususnya agar terserap oleh pasar-pasar modern, standarisasi produk serta kualitas adalah hal yang penting untuk diperhatikan.

Demikian dikatakan Demetrius Bambang Kusmintarjo, pemilik UKM Anugrah Mina Lestari, sebuah usaha rumahan pengolahan ikan, termasuk bandeng tanpa duri.

Bambang meyakini usaha penjualan bandeng tanpa duri memiliki prospek yang menjanjikan.

“Sebenarnya banyak yang suka dengan bandeng. Selain enak, ikan ini juga kaya nutrisi. Tapi karena banyak durinya, orang jadi malas memasaknya. Ribet, istilah jaman sekarang. Tapi justru itu membuka peluang usaha jualan bandeng tanpa duri karena pasarnya masih luas,” tutur Bambang.

Purnawirawan Angkatan Laut yang sudah lebih 10 tahun menekuni usaha makanan ikan olahan ini menambahkan, harga bandeng mentah sebagai bahan bakunya relatif tidak terlalu mahal. Sehingga ketika dijadikan olahan tanpa duri, selisih harga jualnya masih cukup untuk menutup ongkos kerja, pengemasan, sekaligus keuntungan bersih bagi pelaku usahanya.

Baca Juga : Workshop Literasi Keuangan untuk Tingkatkan Potensi UMKM

Akan tetapi faktor yang tidak boleh disepelekan jika benar-benar ingin serius menggarap bisnis penjualan bandeng tanpa duri adalah kualitas dan standarisasi produk. Tanpa itu, maka pasar yang bisa dirambah akan sangat terbatas.

“Bandeng tanpa duri kini semakin banyak dijual di supermarket-supermarket. Dengan kemasan menarik, harganya bisa naik dua tiga kali lipat. Mereka jualnya juga satuan ekor, bukan kilogram. Cuma syaratnya, ukuran bandeng yang dijual harus seragam. Idealnya adalah satu kilo isi tiga ekor,” jelas Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, tak hanya standarisasi produk, kualitas bandeng yang akan diolah tanpa duri juga harus diperhatikan. Bandeng mutlak harus segar. Selain tak gampang hancur ketika dibersihkan durinya, juga akan berpengaruh terhadap cita rasanya. Bandeng yang masih segar tentu rasanya lebih gurih dibanding bandeng yang sudah berhari-hari di simpan di lemari pendingin.