Peluang Usaha Kuliner Olahan Bandeng Masih Terbuka Lebar

  • Whatsapp
Peluang Usaha Kuliner Olahan Bandeng Masih Terbuka Lebar
(Hani Tris (berjilbab hitam) berbincang dengan pelanggan di warung kuliner bandengnya. Foto : Ist)
Malanginspirasi.com, Klojen – Umumnya rumah makan atau warung di Malang yang mempunyai sajian masakan ikan, jarang yang menyertakan masakan olahan bandeng dalam daftar menunya. Kalau pun ada, paling-paling berkutat di bali bandeng, bandeng goreng atau malah bandeng presto.

Alasan tak mengutamakan masakan berbahan baku bandeng bisa macam-macam. Tapi yang paling banyak adalah enggan repot dengan tambahan pekerjaan membersihkan duri-durinya yang bisa menyita waktu. Sedang bagi pelanggan sendiri, makan sambil was-was takut tersedak duri adalah hal yang menyebalkan. Sekali pun mereka mungkin amat menggemari ikan ini.

Hani Tris, seorang warga asal Pati, Jawa Tengah, yang sudah lama tinggal di Malang, mengatakan usaha kuliner olahan bandeng sebenarnya sangat digemari. Namun karena alasan banyak duri yang membuat sangat sedikit rumah makan atau warung yang menyajikannya, pelanggan terpaksa beralih memesan masakan yang lain.

Read More

Peluang inilah yang ditangkap perempuan berkerudung yang sudah tiga tahun membuka warung kuliner khas bandeng di Jl. Arjuno 18, Kota Malang.

“Selalu ada saja orang yang mampir kemari karena sekedar ingin makan otak-otak bandeng atau bandeng bakar,” ujar Hani Tris.

Selain otak-otak dan bandeng bakar, olahan khas bandeng lainnya yang menjadi menu andalan di warung Hani Tris adalah pindang seruni, bandeng kelo mrico, bandeng krispi dan bandeng penyet original.

Masakan-masakan bandeng tersebut diolah dengan resep tradisional ala Pati, daerah asalnya. Malah untuk pindang seruni, ia sampai khusus menanam daun singgil di pekarangan rumahnya di Kebon Agung. Menurutnya, daun singgil menghilangkan amis serta membuat masakan pindang seruni jadi lebih sedap.

Bandeng Frozen Tanpa Duri
(Bandeng beku tanpa duri. Untuk mengolahnya tergantung keinginan pelanggan. Bisa dipanggang, digoreng atau dibikin bandeng seruni khas Pati. Image : Ist)

Lebih lanjut Hani Tris mengatakan bahwa pelanggan bisa menikmati usaha kuliner olahan bandeng di warungnya tanpa harus khawatir atau ribet dengan duri-durinya.

“Bandeng yang disajikan di sini semuanya sudah tanpa duri,” jelasnya.

Sementara untuk bahan baku bandeng, ia mendatangkan langsung dari Juwana, Pati. Hal itu musti ia lakukan bukan karena kualitas bandeng di sana lebih bagus atau alasain lain. Melainkan semata-mata karena ia bisa memesan bandeng tanpa duri dengan jumlah banyak.

“Biasanya datangnya (pengiriman) dua atau tiga minggu sekali. Paling sedikit sekali kirim 50 kilogram dalam bentuk beku. Saya sendiri ada beberapa freezer yang dikhususkan hanya untuk menyimpan bandeng-bandeng itu,” kata Hani Tris.

Mengingat jauhnya jarak dari Juwana ke Malang, perempuan yang dikaruniai tiga anak ini mulai berpikir untuk mencari pasokan bahan baku bandeng tanpa duri dari wilayah seputar Malang. Syaratnya satu, bisa kontinyu menyediakan bandeng tanpa duri dalam jumlah lumayan banyak. Dan tentu dengan harga wajar.

Warung Bandeng Tanpa Duri
(Warung Hani Tris yang menyuguhkan masakan olahan bandeng di daerah Jalan Arjuno yang lokasinya tepat berhadapan dengan kampus IKIP Budi Utomo, Malang. Foto : Ist)

Hani Tris mengakui ada keinginan untuk memperluas usahanya. Apalagi warungnya kini semakin dikenal dan pelanggannya bertambah banyak. Meski demikian, ia tak mau grusa grusu. Selain musti berhitung cermat soal modal dan tenaga, ia juga musti mempertimbangkan kontinuitas dan kemudahan memperoleh pasokan bandeng tanpa duri sebagai bahan baku utama usaha kulinernya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *