fbpx
Pemkab Malang Terus Upayakan Atasi Masalah Krisis Air Bersih
Malanginspirasi.com, Singosari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menyiapkan berbagai upaya guna mengatasi krisis air bersih dan kekeringan yang kerab dirasakan masyarakat di wilayahnya.

“Ketika kami melihat banyak masyarakat yang mengalami kekeringan, maka kami sudah menyiapkan sepuluh tangki untuk memasok kebutuhan air minum dan air bersih selama 24 jam saat terjadi kekeringan,” kata Bupati Malang, HM Sanusi, di sela-sela acara launching air minum wakaf gratis di komplek Pergudangan KL Bliz Hub, Kecamatan Singosari, Rabu (18/12).

Selain itu Pemkab Malang juga telah menerima bantuan 18 sumur bor dari kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Setiap titik sumur bor dapat mengairi satu desa. Kemudian dari kabupaten juga diprogramkan ada 20 titik, dimana masing-masing titik dapat mengairi sawah 20 hektar dan bisa digunakan untuk kebutuhan air minum. Hal ini sangat membantu untuk mengatasi masalah krisis air bersih.

“Jadi di tahun 2020 Insya Allah Kabupaten Malang untuk kebutuhan air bersih sudah bisa teratasi. Karena kami juga telah menggandeng dua investor air dari Jakarta untuk mengairi Malang,” terangnya.

Baca Juga : Global Wakaf-ACT Hadirkan Program Lumbung Air Minum Wakaf Gratis

Menurutnya, saat ini Pemkab Malang juga tengah fokus untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Apalagi di Indonesia, khususnya Kabupaten Malang, banyak terjadi stunting. Salah satu penyebabnya adalah kekurangan air di dalam tubuh.

“Di Malang, daerah yang paling banyak stuntingnya berada di Pujon. Ada tiga ribu anak mengalami stunting, tapi sekarang tinggal dua ribu. Sedangkan angka penderita stunting se-Kabupaten Malang tersisa 12 ribu saja dari awalnya 29 ribu,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, dalam satu tahun Pembkab Malang telah memberi treatment untuk memberi makanan tambahan. Hasilnya sudah terlihat dengan turunnya penderita stunting hingga sekitar 50 persen.