fbpx
Pemkot Malang Pecahkan Rekor MURI Membaca Melalui Gawai dengan Peserta Terbanyak
Malanginspirasi.com, Alun-alun Tugu – Pemerintah kota (Pemkot) Malang berhasil mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (MURI). Mengusung tema “Ikuti Jamanmu, Jangan Tinggalkan Budayamu” Pemkot Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah berhasil memecahkan rekor MURI Membaca melalui Gawai dengan peserta terbanyak.

Executive Manager MURI, Sri Widayati, menjelaskan, kegiatan semacam ini sebelumnya sudah pernah tercatat di MURI yang dilaksanakan di Bandung pada bulan November 2018, yakni edukasi literasi melalui gawai dengan jumlah peserta sebanyak 1.140 orang. Kemudian panitia dari kota Malang mengusulkan kepada MURI akan mendatangkan 2.000 peserta untuk dapat melaksanakan pemecahan rekor membaca melalui gawai.

Hasil dari verifikasi yang dilakukan MURI, ternyata tidak hanya 2.000 peserta yang hadir pada kesempatan hari ini. Tapi ada 2.929 peserta yang turut dalam pemecahan rekor membaca melalui gawai terbanyak.

“Dengan demikian kegiatan ini resmi menumbangkan rekor sebelumnya yang dilakukan di Bandung pada bulan November 2018. Maka kami mengumumkan sekaligus mengesahkan bahwa membaca melalui gawai dengan peserta 2.929 peserta, resmi tercatat di museum rekor dunia Indonesia sebagai rekor yang ke 9.357,” sebutnya di lokasi pemecahan rekor di Alun-alun Tugu kota Malang, Kamis (12/12).

Penyerahan Rekor MURI
(Penyerahan Rekor MURI kepada Walikota Malang, Sutiaji. Image : ANC/Malang Inspirasi)

Lebih lanjut disampaikan Widayati, sebelumnya sudah banyak prestasi kota Malang yang telah diabadikan di MURI. Di antaranya Pemkot Malang tercatat di MURI sebagai pemerintah kota peraih prestasi terbanyak dalam kurun waktu satu tahun, yakni sebanyak 500 prestasi yang tercatat di tahun 2012. Kemudian ada juga pengumpulan penulisan komitmen terbanyak. Juga ada MoU dengan perguruan tinggi terbanyak.

“Pagelaran tari topeng Malangan dengan jumlah penari terbanyak tahun 2016. Pagelaran lima tarian dengan penari terbanyak tahun 2017, serta penyelenggaraan senam Maumere dengan membawa payung dengan jumlah terbanyak pada tahun 2018,” ungkapnya.

Baca Juga : “Sambat Rene Ker” Mantapkan Kota Malang Sebagai Smart City

Sementara itu,  Walikota Malang, Sutiaji, berharap agar keberhasilan pemecahan rekor kali ini mampu meningkatkan budaya membaca bagi masyarakat, khususnya para generasi milenial.

“Semoga pemecahan rekor ini bisa menjadi penyemangat bagi kita semua. Dan perlu diperhatikan oleh masyarakat bahwa budaya membaca harus terus kita tingkatkan. Karena melalui membaca kita akan memperkaya ilmu pengetahuan yang bisa mengantarkan kita pada gerbang kesuksesan,” ucapnya.

Peserta Membaca Melalui Gawai
(Meski harus berpanas-panas, para peserta terlihat antusias membaca lewat gawai. Image : ANC/ Malang Inspirasi)

Salah satu siswa SMA 1 Malang, Dinda Ardya Maharani, mengaku sangat antusias menjadi peserta pemecahan Rekor MURI. Menurutnya, membaca melalui gawai mudah dan lebih praktis karena bisa dibawa kemana-mana.

“Enak membaca lewat gawai karena di gawai bisa menyimpan banyak buku, sehingga sangat praktis sekali. Dan gawai merupakan salah satu benda yang kita bawa sehari hari,” ucapnya.

Namun demikian, Dinda mengaku tidak akan meninggalkan buku karena jika terlalu lama membaca lewat gawai, mata menjadi capek sehingga membuat pusing kepala.

Sebagai informasi, kegiatan pemecahan rekor MURI diikuti ribuan siswa dari 27 SMP dan 3 SMA.