fbpx
Pertamina Siap Berikan PHU Bagi Penimbun LPG
Malanginspirasi.com, Sukun – Sales Area Manager Retail Malang, Gustiar Widodo, mengatakan Pertamina akan memberikan sanksi tegas hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) bagi pihak-pihak yang kedapatan melakukan penimbunan Liquified Petroleum Gas (LPG).

“Mulai tanggal 18 Desember sudah ada satgas untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penimbunan LPG. Tim kami juga akan selalu keliling ke lapangan,” ujarnya saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Walikota Malang terkait ketersediaan BBM untuk Nataru di Terminal BBM malang, Rabu (11/12).

Ia menegaskan, apabila memang misalnya terdapat laporan dari Pertamina Call Center 135 bahwa ada kenaikan harga LPG di suatu wilayah, itu berarti ada indikasi kemungkinan jalur distribusi Pertamina melakukan penimbunan.

Jika sampai kedapatan ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan yang tidak sesuai dengan ketentuan, pasti akan dilakukan penindakan. Tentunya akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sanksi terberat adalah Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” ucapnya.

Terminal BBM Pertamina di Malang
(Terminal BBM Pertamina Malang di Jalan Halmahera, Sukun. Image : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Aman, Stok BBM di Malang Hingga Natal & Tahun Baru

Sementara itu, Gustiar menjamin bahwa ketersediaan stok LPG di kota Malang untuk momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipastikan aman. Sekali pun di kota Malang sendiri hanya terdapat satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“Stok LPG untuk Nataru kondisinya aman, meski pun hanya ada satu SPBE di Kota Malang. Tapi ada sekitar 6-7 SPBE yang ada di sekitaran Kota Malang yang nantinya juga akan mensuplay kebutuhan LPG yang ada di wilayah ini,” terangnya.

Lebih lanjut Gustiar mengatakan untuk momen Nataru, sama halnya BBM, Pertamina juga melakukan penambahan stok LPG  3-5 persen.