fbpx
Saiful Mustaqim Rintis Usaha Konveksi “Peniti Malang” dari Sepetak Lahan Kontrakan
Malanginspirasi.com, Celaket, Klojen – Namanya merintis usaha, tentunya dimulai dari segala keterbatasan. Baik soal modal maupun prasarana. Namun jika telaten dan serius ditekuni, bukan tak mungkin usaha itu akan membesar sekaligus dapat menghidupi banyak orang.

Keyakinan inilah yang dipegang teguh Saiful Mustaqim. Berbekal pendidikan seni rupa yang dipelajarinya di IKIP Malang, kini Universitas Negeri Malang (UMM), ia mencoba peruntungan di dunia sablon bersama seorang rekannya. Ia ingat itu terjadi beberapa saat setelah lulus kuliah di awal tahun 2000-an.

“Modal awalnya dulu 7,5 juta rupiah. Itu juga hasil utangan. Kami sementara numpang di sebuah rumah di daerah Tanjung, Kasin. Modal awal kami gunakan untuk belanja bahan alat-alat sablon,” ujar Saiful.

Kendati masih baru, usaha sablonan Saiful dan rekannya cepat dikenal dengan memanfaatkan jaringan yang mereka miliki di kampus. Orderan pun berdatangan mulai dari topi, kaos hingga baju wisuda. Namun justru dari situlah masalah lain muncul.

“Banyak pesanan tapi juga banyak yang komplain. Pesanan sering molor waktunya. Janji minggu ini selesai, sampai tiga minggu kemudian ternyata tak kunjung beres. Sudah selesai, eh hasilnya tak sesuai orderan. Yang gambarnya lah, yang kaosnya lah, yang warnanya lah. Sampai stress saya dikomplain terus sama pelanggan karena memang beda hasilnya dengan yang dipesan,” kenang Saiful.

Yang membuatnya makin jengkel, partner kerja yang seharusnya bertanggung jawab atas hal-hal tersebut malah terkesan lepas tangan. Padahal kesepakatan di awal, ia kebagian tugas mencari orderan dan mendesain gambar. Sementara rekannya yang menuntaskan semua pesanan yang ada.

Ruang Tamu Kantor Peniti Malang
(Ruang tamu kantor “Peniti Malang” yang juga difungsikan sebagai tempat display produk. Image : Ist/Peniti Malang)

Karena merasa mentok, tak sampai setahun Saiful akhirnya memutuskan menghentikan kerja sama secara baik-baik. Ia juga bersedia sendirian menanggung kewajiban membayar hutang untuk modal awal mereka.

“Ya agak deg-degan juga. Soalnya setelah itu uang tinggal Rp 250 ribu. Jangankan untuk bayar hutang, untuk beli bahan dan sewa tempat lagi saja jelas ga cukup,” tutur bapak dua anak ini menceritakan kondisinya saat itu.

Baca Juga : Griyo Kopi de Kajoetangan, Tawarkan Tempat Ngopi Bernuansa Jadul di Kampoeng Heritage

Enggan menyerah, ia kemudian berkeliling mencari informasi tempat atau kamar yang dikontrakkan. Tentunya dengan harga miring. Sampai suatu ketika, ada yang mengabarinya kalau ada bedak/lapak kecil disewakan. Lokasinya tepat di belakang RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Saiful Anwar, Kota Malang.

Yang menjadi persoalan, pemilik lapak itu meminta sewa langsung 5 tahun dengan pembayaran di muka. Meski tarif sewanya sebenarnya tak terlalu mahal, Rp 500 ribu/tahun, namun karena harus dibayar lunas 5 tahun, Saiful sempat kelabakan. Untungnya setelah melalui negoisasi alot, sang pemilik lapak bersedia diberi DP (Down Payment) Rp 150 ribu. Sisanya, yang Rp 2.350.000, dilunasi dalam 3 bulan.

“Itu tahun 2004. Masih ingat betul karena saya menganggapnya sebagai tahun nol usaha saya,” kata Saiful.

Yang pertama kali ia lakukan setelah itu adalah menghubungi relasi-relasi lama. Setengah merayu setengah memaksa ia meminta diberi orderan tapi dibayar tunai di depan. Selain untuk kulakan bahan dan menggaji pekerja, uang itu juga untuk membayar kekurangan kontrakan lapaknya.

Rumah Produksi di Sawojajar
(Rumah di Jalan Cucak Rawun Blok 9 H/2, Sawojajar 2 Malang yang direnovasi. Rumah ini juga menjadi pusat kegiatan produksi “Peniti Malang”. Image : Ist/Peniti Malang)

Di tahun yang sama ia memutuskan untuk meminang adik kelasnya di IKIP Malang, Yuyun Dwi Suryandari.

Roda nasib berputar cepat. Tahun 2004 yang dianggap Saiful sebagai titik nol, ternyata bertuah. Saat itu ia tak lagi fokus menekuni usaha sablon, tapi banting setir ke usaha konveksi. Ia menamakan usahanya “Peniti Malang”.

Baca Juga : Workshop Literasi Keuangan untuk Tingkatkan Potensi UMKM

Di usaha konveksi ini, ia menerima pesanan apa saja. Dari kaos, seragam, kemeja branding hingga ke pembuatan suvenir dan jas almamater serta toga untuk wisuda.

Saiful Mustaqim Memeriksa Pesanan Online
(Saiful Mustaqim memeriksa pesanan online di kantornya.)

Kliennya pun tak hanya dari Malang atau kota-kota di Jawa Timur. Tetapi sudah merambah ke daerah-daerah lain di luar Jawa seperti Madura, Aceh, Samarinda, Kapuas, Dili, Bali, dll.

Berbeda dengan saat merintis dunia sablonan, kali ini usaha konveksi miliknya relatif tak terlalu banyak menuai komplain dari pelanggan.

“Bisa jadi ini karena kami memiliki kelebihan dalam hal akurasi, mampu memproduksi dalam jumlah besar dan cepat, peralatan memadai untuk menggarap berbagai model pesanan serta desainer-desainer handal,” jelas Saiful yang mengaku selalu menomorsatukan kepuasan pelanggan.

Aktivitas Produksi "Peniti Malang"
(Aktivitas produksi “Peniti Malang” di Sawojajar. Image : Ist/Peniti Malang)

Kini usaha konveksi yang dirintisnya dari sepetak lapak kontrakan di belakang RSUD Saiful Anwar, sudah berkembang dan memperkerjakan tak kurang dari 25 karyawan. Lapak sempit itu juga telah dibelinya beberapa tahun lalu. Bahkan lapak di sebelah-sebelahnya turut ia akuisisi karena ia jadikan kantor sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas. Kantor yang beralamat Belakang RSUD No 4-5 Kota Malang itu ia gunakan untuk manajemen perusahaan sekaligus bertemu dengan klien.

Baca Juga : Milagros Malang Ajak Hidup Sehat dengan Menjaga Asupan Air dalam Tubuh

Sedangkan untuk tempat produksi, usaha konveksi “Peniti Malang” baru saja merenovasi rumah di Jalan Cucak Rawun Blok 9 H/2, Sawojajar 2, Kabupaten Malang. Seluruh kegiatan produksi dipusatkan di sana.

 

Menyelesaikan Contoh Pesanan
(Seorang karyawan tengah menyelesaikan contoh model untuk pesanan dari luar daerah. Image : Ist/Peniti Malang)
Menggarap Baju Pesanan
((Seorang karyawan lainnya menggarap baju pesanan. Image : Ist/Peniti Malang)

Mengingat potensi pelanggannya banyak yang berasal dari luar daerah, Saiful mengatakan timnya sudah menggarap sebuah laman untuk memudahkan para pelanggan melihat berbagai macam model produksi. Mereka juga dapat langsung berkorespondensi dengan “Peniti Malang”.

“Bagi yang ingin mengetahui produk-produk kami, dapat berkunjung ke penitishop.com. Di website itu ada contoh aneka model, nomor kontak serta alamat email kami. Silahkan menghubungi jika ingin tahu. Tim kami akan segera merespon,” tutup Saiful Mustaqim.