fbpx
Gerbang Tol Malang-Pandaan
Malanginspirasi.com, KPwBI – Beroperasinya Tol Malang-Pandaan sejak Oktober lalu, membawa imbas positif bagi perputaran uang di Malang Raya. Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Malang, uang yang masuk ke wilayah Malang hingga pertengahan Desember 2019 mencapai Rp 20,44 triliun. Jumlah ini melebihi target BI yang mematok angka Rp 17,38 triliun.

“Inflow (uang masuk) itu didominasi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Malang, Rini Mustikaningsih, Jumat (20/12).

Ia mengatakan tingginya uang yang masuk ke Malang sudah terlihat sejak bulan Oktober lalu.

“Sejak dibukanya tol, terjadi lonjakan uang masuk ke Malang sebesar 117 persen untuk uang pecahan Rp 100 dan Rp 50 ribu,” ujarnya.

Selain disebabkan keberadaan Tol Malang-Pandaan, peningkatan sektor pariwisata di Malang juga memiliki andil terhadap inflow ini.

“Dengan adanya tol, akses orang luar Malang untuk wisata ke Malang menjadi lebih mudah. Hal ini juga membuat usaha retail makin berkembang,” ungkap Rini.

Baca Juga : Aman, Stok BBM di Malang Hingga Natal & Tahun Baru

Sementara itu, menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru), KPwBI Malang telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 1,89 triliun, atau meningkat 19,8 persen dibanding tahun lalu. BI memperkirakan kebutuhan masyarakat akan uang tunai melonjak memasuki libur panjang Nataru. Peningkatan permintaan terdiri dari pecahan Uang Pecahan Besar (UPB) dan Uang Pecahan Kecil (UPK)

KPwBI Malang sendiri meliputi tujuh wilayah, yakni Malang Raya (Kota/Kabupaten Malang, Kota Batu), Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo.