fbpx
Rilis Inflasi di Kota Malang Desember 2019 di Kantor BPS
Malanginspirasi.com, BPS – Mengakhiri tahun 2019, kota Malang kembali mengalami inflasi sebesar 0,50 persen pada bulan Desember 2019. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran di Kota Malang, 6 kelompok mengalami inflasi, 1 kelompok deflasi.

“Inflasi bulan Desember menunjukkan kenaikan karena naiknya harga komoditi bahan makanan terutama menjelang natal dan tahun baru,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kota Malang, Drs. Sunaryo M,Si, saat menyampaikan rilis inflasi Kota Malang di kantor BPS, Kamis (2/1).

Menurut Sunaryo, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,03 persen. Diikuti kelompok bahan makanan sebesar 1,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,34 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen. Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen.

“Sementara itu, kelompok yang mengalami deflasi adalah sandang sebesar 0,36 persen,” sebutnya.

Baca Juga : Tol Malang-Pandaan Tingkatkan Uang Masuk ke Malang

Selanjutnya, sepuluh komoditas teratas yang memberikan andil terbesar inflasi pada Desember 2019 yakni telur ayam ras, tukang bukan mandor, bawang merah, kue kering berminyak, angkutan udara, rokok kretek, tomat sayur, mujair, bawang putih, ayam goreng.

Kepala BPS, Sunaryo
(Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo.)

“Telur ayam ras mengalami kenaikan harga sebesar 18,34 persen dengan andil 0,1238 persen. Selain itu bawang merah juga mengalami kenaikan harga sebesar 25,01 persen dengan andil 0,0734 persen,” terangnya.

Inflasi Desember 2019 tercatat sebesar 0,50 persen. Sedangkan tingkat Inflasi pada periode yang sama tahun 2017 sebesar 0,49 persen dan pada tahun 2018 sebesar 0,65 persen. Laju Inflasi tahun kalender (Januari 2019 – Desember 2019) sebesar 1,93 persen. Sementara tingkat inflasi kumulatif pada periode yang sama tahun 2017 dan 2018 adalah 3,75 persen dan 2,98 persen. Sedangkan besarnya laju Inflasi ”year on year” untuk Desember 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 1.93 persen.