Malanginspirasi.com, Matos – Atraksi Barongsai kembali memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek di kota Malang. Ribuan warga kota Malang antusias menyaksikan serangkaian acara Imlek yang telah menjadi agenda rutin tahunan dari Malang Town Square (Matos).

Berbeda dengan perayaan pada tahun sebelumnya, perayaan tahun baru Imlek atau Chinese New Year kali ini turut disemarakkan oleh penampilan kebudayaan (tarian) khas tanah Papua.

Mall Director Matos, Fifi Trisjanti, menjelaskan, perayaan Imlek bertajuk ‘The Great Lunar New Year’ kali ini mengangkat tema “Persatuan”.

Menurutnya, jika berbicara Imlek pasti konotasinya tertuju pada suku tertentu, padahal kemeriahan Imlek bisa dirasakan oleh siapapun, bahkan pemain Barongsainya juga kebanyakan dari Jawa.

Berpose Bersama

(Barongsai dan “Raja-Ratu” Tiongkok berpose bersama. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

“Selain ada Barongsai juga ada tari-tarian dari Papua yang merupakan tarian lokal Indonesia. Tadi yang main Barongsai rata-rata juga orang Jawa. Sehingga saya melihat dalam acara ini masyarakat sudah benar-benar melebur, tidak ada perbedaan,” ujarnya saat ditemui di Matos, Sabtu (25/1).

Tarian Papua di Perayaan Tahun Baru Imlek

(Tarian daerah Papua ikut memeriahkan The Great Lunar New Year di Matos yang mengusung tema “Persatuan”. Foto : Ist/Malang Inspirasi)

Perayaan Tahun Baru Imlek, lanjutnya, merupakan momen yang pas untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar bersatu untuk Indonesia.

Disampaikan juga oleh Fifi, atraksi Barongsai selalu menjadi penampilan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat setiap tahunnya.

“Dibandingkan tahun lalu, antusiasme masyarakat kali ini lebih ‘gila’. Biasanya sehari masyarakat yang datang bisa mencapai 60 ribu orang. Untuk tahun ini mungkin bisa tembus lebih dari 60 ribu orang,” terangnya.

Peragaan Wu Shu

(Berbagai atraksi seperti peragaan Wu Shu dari Perguruan Lima Benua juga ditampilkan di The Great Lunar New Year di Matos. Foto : Ist/Malang Inspirasi)

Rania Amanda Putri

(Rania Amanda Putri, salah seorang murid Perguruan Lima Benua (LIBEN) yang juga turut memeragakan Wu Shu di perayaan Tahun Baru Imlek. Foto : Ist/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Sutiaji Harapkan Festival Kios Jadoel Jadi Event Penopang Wisata Kota Malang

Sementara itu, Sasmitha Rahayu selaku Marcomm Manager Matos, mengatakan, perayaan tahun baru Imlek di Matos digelar selama dua hari berturut-turut pada tanggal 25-26 Januari 2020.

“Perayaan Chinese New Year di hari pertama dilaksanakan di dua lokasi. Yaitu atraksi Barongsai di depan trotoar Matos, The Great Lunar New Year on Stage di Grand Hall, dan dilanjutkan dengan Lomba Busana Oriental Look 2020.

Mall Director Matos, Fifi Trisjanti

(Mall Director Matos, Fifi Trisjanti. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Keseruan ‘The Great Lunar New Year’ di Grand Hall Matos berlanjut di hari kedua yang diawali dengan Chinese Culture Show yang kemudian dilanjutkan dengan kompetisi dance.