fbpx
Komandan Skadron Udara 32 ABD Saleh Tekankan Social Life Shine untuk Kepedulian pada Sesama
Malanginspirasi.com, Lanud Abd Saleh – Semenjak menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh Malang pada Juni 2019, Letkol (Pnb) Suryo Anggoro, MTr (Han) bersama sang istri, Rieke Avianita, terus menekankan kepada anggotanya untuk selalu menghadirkan Tuhan dalam segala kegiatan. Termasuk mendorong para anggota agar lebih peduli kepada sesama melalui social life shine atau kegiatan sosial.

“Ada tiga misi yang ingin saya laksanakan, yaitu menghadirkan Tuhan dalam segala kegiatan, keteladanan menjadi attitude semua anggota saya, dan think (with)out the box selalu berpikir sesuai buku atau alternatif lainnya untuk bisa selalu berinovasi,” ucap Suryo, saat ditemui di Skadron 32 Lanud ABD Saleh, beberapa waktu yang lalu.

Agar bisa melaksanakan misi tersebut, Suryo, memiliki The 8 Shines of 32 Squadron yang ingin diwujudkan, salah satunya adalah social life shine (kegiatan sosial) khususnya untuk membantu anak yatim yang berada di lingkungan keluarga besar Skadron 32.

Menurut Suryo, kegiatan sosial tersebut mendapatkan dukungan penuh dari organisasi Persatuan Isteri Prajurit TNI Angkatan Udara PIA Ardhya Garini ranting 02-3/D.II Skadron udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh melalui suporting program By Herky Ladies. Program tersebut di dalamnya mencakup charity life, workshop and training center dan UMKM center.

Pelatihan Pembuatan Bakery
(Pelatihan pembuatan bakery untuk ibu-ibu. Kegiatan ini diinsiasi Persatuan Isteri Prajurit TNI Angkatan Udara (PIA) Ardhya Garini melalui Program By Herky Ladies. Foto : Ist)

“Kita membuat program antar jemput anak yatim sekolah. Sekaligus membantu pembiayaan anak-anak tersebut dari mulai TK sampai dengan SMA. Total ada 34 anak yatim di keluarga besar skadron 32, belum termasuk anak yatim yang ada diluar,” tuturnya.

Disampaikan Suryo, PIA Ardhya Garini ranting 02-3/D.II Skadron udara 32 berisikan Ibu-ibu yang hebat dan kreatif. Mereka mampu membuat produk layak jual, dimana sebagian dari hasilnya digunakan untuk membantu anak-anak yatim.

“Kebetulan istri saya sebagai ketua PIA Ardhya Garini ranting 02-3/D.II Skadron udara 32, memiliki keahlian membuat roti atau bakery. Kemudian akhirnya dibuatlah usaha bakery di Skadron 32 dengan memberdayakan Ibu-ibu Warakawuri,” urainya.

Ia menambahkan, konsep usaha ini memang untuk membantu anak yatim sekaligus memberdayakan Warakawuri. Kalaupun nanti pada akhirnya sudah tidak bertugas di Skadron 32 ini lagi, hasil usahanya tetap bisa untuk mensuport anak yatim.

Social Life Shine Melalui Proses Pelatihan Pembuatan Bakery
(Usaha bakery di Skadron 32 diantaranya juga dengan memberdayakan Ibu-ibu Warakawuri. Foto : Ist)

Baca Juga : Workshop Literasi Keuangan untuk Tingkatkan Potensi UMKM

Sementara itu, Rieke Avianita menjelaskan, konsep awalnya memang diawali dengan program workshop and training center yang kemudian tindak lanjutnya ada di UKM center. Dengan demikian hasil dari workshop and training itu menghasilkan sebuah produk yang nantinya diangkat di UKM center.

“Sementara ini yang sudah kita jadikan komoditi antara lain produk bakery, jahit mulai dari baju dan craft. Hanya saja aat ini pemasarannya masih terbatas, tapi kedepannya akan dilanjutkan dengan pemasaran online,” jelasnya.

Pelatihan Pembuatan Kerajinan
(Social life shine juga termasuk menggelar pelatihan pembuatan kerajinan tangan. Foto : Ist)

Terkait produksi bakery, Rieke mengaku saat ini memang masih sesuai dengan pesanan. Namun dalam sekali produksi mereka bisa memproduksi sampai dengan 5 ribu pcs.

“Dalam waktu dekat kita akan membuka outlet di daerah Sanan. Selain itu kami juga dibantu oleh mantan penerbang 32 yang sekarang sudah punya usaha. Beliau mendukung agar nantinya produk kita bisa ditawarkan airline,” akunya.

Untuk tenaga kerjanya sendiri, kebanyakan memberdayakan dari ibu-ibu Warakawuri yang ada di skadron 32. Tapi apabila antusiasme pasarnya tinggi dan dirasa membutuhkan tenaga kerja, tidak menutup kemungkinan akan diambil tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Menurut Rieke, konsep usaha bakery yang ia kembangkan tersebut menghadirkan banyak varian mulai dari jajanan tradisional sampai dengan modern. Konsep inilah yang membedakannya dengan usaha bakery lainnya.

“Usaha yang kita kembangkan ini Insyallah bukan profit oriented karena misi kami adalah bersosial sehingga diharapkan bisa membawa keberkahan dan keselamatan pada semua alutsista khususnya skadron 32. Kami ingin sebanyak mungkin menebar manfaat, jadi ilmu yang saya punya ini tidak terbatas untuk skadron 32, tapi juga masyarakat umum,” tandasnya.

Produk Kerajinan
(Hasil kerajinan tangan binaan Program By Herky Ladies. Selain dipasarkan di UKM Center, produk-produk kerajinan tersebut juga akan dipasarkan online. Foto : Ist)

Baca Juga : Standarisasi Produk dan Kualitas Sangat Penting untuk Perluasan Pasar

Lebih lanjut, Suryo kembali menegaskan, melalui program-program sosialnya tersebut ia ingin agar skadron 32 bisa menjadi rumah bagi siapa pun. Sehingga keberkahan skadron 32 bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Tidak hanya bermanfaat bagi agama Islam tapi semua lintas agama.

“Kami berusaha menyampaikan bahwa skadron 32 bukan milik suatu golongan, tapi miliki semua orang, Apa yang kita lakukan ini intinya demi keselamata kita semua, khususnya skadron 32,” pungkasnya.