fbpx
Menkopolhukam : Perguruan Tinggi Harus Melahirkan Sarjana yang Sujana
Malanginspirasi.com, UB – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, mengatakan, saat ini perguruan tinggi tidak hanya di tuntut untuk menghasilkan sarjana yang pintar, tetapi juga harus bisa mencetak sarjana yang sujana atau memiliki hati yang baik.

“Kami berharap agar Universitas Brawijaya (UB) tidak hanya mencetak sarjana. Sekurang-kurangnya universitas ini bisa melahirkan sarjana yang sujana,” ujarnya saat menyampaikan orasi ilmiah di rapat terbuka senat UB, Minggu (5/1).

Menurutnya perguruan tinggi jangan hanya bisa melahirkan sarjana Diploma, S1, S2 maupun S3, tapi hendaknya melahirkan sarjana yang sujana. Karena saat ini banyak sarjana yang tidak sujana, otak mereka pintar tapi hatinya tidak baik.

“Lihat penjahat-penjahat yang menggarong uang negara itu, mereka kebanyakan adalah sarjana. Mereka otaknya pintar untuk memalsukan surat, memalsukan hitungan, memalsu hukum, itu mudah bagi mereka karena dia sarjana. Kalau dia bukan sarjana sujana maka dia akan merusak,” tuturnya.

Baca Juga : Ratusan Mahasiswa FKUB Ikuti Seminar Socio and Political Entrepreneurship for Better Future

Dikatakan Mahfud, sarjana yang sujana dalam bahasa akademis sering disebut cendikiawan yakni sarjana yang hatinya baik, bukan hanya otaknya yang pintar.

Jaman sekarang melahirkan manusia yang berotak pintar tidaklah sulit karena fasilitasnya sudah lengkap dan gizi tercukupi sehingga bisa menghasilkan rasionalitas yang bagus bagi kehidupan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tapi mencetak cendikiawan, mencetak intelektual tidaklah mudah.

“Cendikiawan adalah sarjana yang otak, logika, rasionalitas dan akhlaknya baik. Kalau dalam agama Islam biasanya dikatakan Ululalbab yakni orang yang selalu berdzikir dan selalu berfikir didalam keseimbangan. Itulah cendikiawan, itulah intelektual,” terangnya.

Baca Juga : Komitmen UB Wujudkan Studi Halal Tuai Dukungan

Karena kalau perguruan tinggi hanya memikirkan mencetak anak-anak yang baik dengan fasilitas ini dan itu tanpa memberikan nilai-nilai moral yang harus mereka bawa ketika membangun bangsa, maka bisa-bisa hanya menghambat bagi kemajuan bangsa dan negara bahkan cenderung merusak.

“Jadi tugas dari perguruan tinggi adalah menghasilkan sarja yang sujana karena ada tanggung jawab perguruan tinggi terhadap bangsa dan negara ini,” tutupnya.