fbpx
Tingkat Kemiskinan di Kota Malang Dinilai (Masih) Kronis
Malanginspirasi.com, BPS – Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Henry Soeryaning Handoko, menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan di kota Malang pada tahun 2019 mengalami penurunan 0,03 dibandingkan tahun 2018. Dari yang awalnya 4,1 persen di tahun 2018, menjadi 4,07 persen pada tahun 2019.

Namun demikian, meski mengalami penurunan tingkat kemiskinan di kota Malang dinilai sudah termasuk pada kemiskinan yang kronis. Dimana di dalamnya tinggal orang-orang yang sebenarnya sudah sulit diberdayakan dan hanya menggantungkan kepada bantuan dari pemerintah melalui program-program perlindungan sosial.

“Hal ini dapat menjadi salah satu indikasi bahwa kemungkinan sebagian besar mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan adalah mereka yang masuk ke dalam kategori kemiskinan kronis (chronic poverty),” jelasnya saat rilis profil kemiskinan kota Malang di kantor BPS kota Malang, Kamis (2/1/2020).

“Karena ketika jumlah penduduk miskin semakin berkurang, kemungkinan penduduk miskin yang tersisa sebagian besar adalah mereka yang masuk dalam kategori kemiskinan kronis,” imbuhnya.

Baca Juga : Atasi Stunting, Pemkab Malang Kerahkan OPD Jadi Bapak atau Ibu Asuh

Menurut Henry, fokus pemerintah kota Malang terhadap penanganan masalah kemiskinan sudah cukup tinggi. Sehingga tingkat kemiskinan di kota Malang berada di posisi terendah kedua di Jawa Timur setelah kota Batu.

Henry Soeryaning Handoko
(Kepala Seksi Statistik Sosial BPS, Henry Soeryaning Handoko)

Upaya pemerintah dalam membantu masyarakat miskin juga sudah cukup mengangkat mereka mendekat ke garis kemiskinan. Hanya saja untuk mentas dari garis kemiskinan perlu sesuatu yang lebih karena mereka memang orang-orang yang kronis secara kemiskinan.

“Jadi kalau diberi gerobak bakso, mungkin mereka tidak akan berjualan bakso tapi justru gerobak baksonya mereka jual. Diberi sapi bukan untuk diternak tetapi sapinya justru dijual untuk makan,” sebutnya.

Baca Juga : Global Wakaf-ACT Hadirkan Program Lumbung Air Minum Wakaf Gratis

Sementara itu, kepala BPS kota Malang, Drs. Sunaryo,. M. Si. menyebutkan salah satu indikator tingkat kemiskinan bisa dilihat dari potret pengeluaran konsumsi rumah tangga.

“Jadi konsumsi rumah tangga ini diwakili oleh konsumsi makanan, non makanan, sekolah, transportasi,” ucapnya.

Sunaryo mengatakan, Garis Kemiskinan (GK) Kota Malang di tahun 2019 berada pada angka Rp 543.966 per kapita tiap bulannya. Angka GK tersebut meningkat sekitar Rp 36,8 ribu dibandingkan 2018.

“Jika ada masyarakat yang angka rupiahnya di bawah 543.966, maka mereka dianggap miskin karena mereka hidup di bawah garis kemiskinan,” terangnya.