fbpx
Pemkot Malang Upayakan Penggantian Pipa Untuk Atasi Krisis Air
Malanginspirasi.com, Perumda Tugu Tirta – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mencari solusi untuk bisa menyelesaikan permasalahan krisis air bersih di beberapa wilayah akibat Pecahnya pipa PDAM. Salah satunya melalui pengajuan penggantian pipa lama dengan pipa yang baru, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang ditaksir menelan biaya mencapai Rp 35 milyar.

“Dalam waktu dekat sekitar satu bulan ini saya minta sudah ada penggantian pipa. Rencananya dari pusat biayanya kurang lebih Rp 35 milyar, dimana bantuan itu nantinya dari pusat akan diberikan kepada kita untuk mengganti pipa yang saat ini terus menerus bocor,” ujar Walikota Sutiaji usai melakukan pertemuan dengan direktur Perumda Tugu Tirta bersama perwakilan kementerian PUPR di kantor PDAM Kota Malang,  Rabu (15/1).

Menurutnya, pipa yang baru tersebut kemampuan kapasitas tekanannya akan lebih tinggi yakni, 20 PN (preasure nominal) dan bisa bertahan selama 50 tahun.

Baca Juga : Kebocoran Pipa Ganggu Layanan Air Bersih Warga Kota Malang

Bagi 26 ribu pelanggan terdampak, Pemkot Malang telah mengambil tindakan dengan membagi debit-debit air yang ada untuk diambil sementara dan dibagikan kepada 16 ribu warga terdampak.

“Sedangkan sisanya, 10 ribu pelanggan terdampak akan kami ambilkan dari sumur-sumur bor yang sudah ada meski pun pompanya masih kurang,” kata Sutiaji.

Untuk 10 ribu pelanggan terdampak, lanjutnya, tetap akan diupayakan untuk bisa dicover dengan air minum gratis yang dikirimkan.

Terkait kompensasi, warga terdampak tidak perlu membayar abonemen air bersih karena otomatis meterannya tidak berjalan jika airnya tidak mengalir.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat supaya saling mengerti bahwa ini adalah musibah,” tuturnya.

Dirut Perumda Tugu Tirta
(Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Noor Muhlas.)

Sementara itu Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Noor Muhlas, manyampaikan, pipa yang mengalami masalah tersebut bukan sekedar bocor tapi pecah karena tidak kuat menahan tekanan air. Pecahnya pipa jaringan air tersebut diakibatkan karena kurang kuatnya pipa untuk menerima tekanan sebesar 12 PN. Padahal kekuatan yang dimiliki pipa yang mengalami pecah tersebut hanya mencapai 10 PN.

“Sedangka kalau kita turunkan tekanannya jadi 10 PN, maka air tidak akan sampai ke Buring atas. Kalau tidak sampai ke atas, pastinya yang di Buring atas tidak bisa terlayani,” terangnya.