Malanginspirasi.com, GOR Gajahmada, Batu – Ribuan pendekar muda dari berbagai perguruan mengikuti kejuaraan nasional Pencak Silat Batu Championship I. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut digelar di Gor Gajah Mada, Kota Batu.

Ketua panitia, Rommy Ardiansyah, menjelaskan, Kejurnas Pencak Silat Batu Championship merupakan even bagi pesilat pemula. Sekaligus juga untuk menggali potensi atlet-atlet daerah supaya berani mencoba gelanggang.

“Setelah nanti ditemukan atlet-atlet binaan di daerah, kemudian diasah dan dikembangkan lagi untuk bisa mengikuti turnamen di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya di Gor Gajah Mada, Jumat (31/1).

Dikatakan Rommy, total jumlah peserta ada 2.324 dengan jumlah kontingen 216 dari seluruh Indonesia. Peserta yang paling banyak memang dari Jawa Timur. Diantaranya dari kota Batu, Surabaya, Malang, Lumajang, Kediri dan sebagainya, serta beberapa kabupaten lainnya di Jawa Timur.

“Paling jauh peserta ada yang berasal dari Bali, Banten dan Kalimantan,” sebutnya.

Sedangkan untuk kelas pertandingannya, ia menambahkan, ada kategori usia dini, SD, SMP, SMA dan mahasiswa.

Baca Juga : Atraksi Barongsai Ramaikan Perayaan Tahun Baru Imlek di Malang

Sementara itu, Walikota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, berharap agar ajang Kejurnas Pencak Silat Batu Championship yang baru pertama kali diselenggarakan ini bisa menjadi agenda rutin yang bisa diadakan setiap tahun di kota Batu.

Walikota Batu di Pembukaan Kejurnas Pencak Silat Batu Championship I

(Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, berharap Kejurnas Pencak Silat Batu Championship dapat menghindarkan generasi muda dari hal-hal negatif seperti narkoba dan bullying. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

“Kejuaraan ini juga merupakan ajang untuk mewadahi kegiatan positif dari anak-anak muda yang diharapkan dari kegiatan tersebut bisa menumbuhkan jiwa satria, jiwa pembela yang akhirnya menjauhkan mereka dari hal-hal negatif seperti narkoba dan bullying,” turut Walikota Batu.

Menurutnya, sekarang banyak pemberitaan di televisi yang isinya sangat memprihatinkan. Bahkan ada beberapa pelajar yang kemudian bunuh diri karena terdampak bullying.

“Mudah-mudahan dengan ajang positif ini, hal-hal negatif seperti itu bisa kita hilangkan sehingga generasi mereka bisa menjadi generasi yang hebat,” pungkasnya.