fbpx
Persiapan Uji Coba Water Container Bombing
Malanginspirasi.com, Lanud Abd Saleh – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kerap menjadi ancaman bagi Indonesia, terutama pada saat musim kemarau. Bahkan Karhutla saat ini tengah menjadi isu internasional karena tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara seperti Australia.

Merespon kondisi tersebut, Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI Angkatan Udara (AU) berinovasi menghadirkan Water Container Bombing (WCB) dengan melibatkan Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh Malang, dalam pelaksanaan uji coba dinamis menggunakan pesawat Hercules.

Komandan Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh Malang, Letkol (Pnb) Suryo Anggoro, MTr (Han), mengaku sangat bangga skadronnya turut dilibatkan dalam pelaksanaan uji coba dinamis WCB hari Minggu kemarin (19/1), di landasan pacu Lanud Suryadarma, Kalijati Subang, Jawa Barat. Terlebih, dirinya sendiri yang menjadi pilot untuk mengendalikan pesawat C-130 Hercules seri H pada saat uji WCB.

“Suatu kehormatan bagi kami. Karena dari tiga skadron Hercules yang dimiliki TNI AU, justru Skadron 32 yang dilibatkan dalam uji coba tersebut,”

Dikatakan Suryo, keterlibatan skadronnya pada jelasnya saat ditemui di Skadron 32 Lanud ABD Saleh, Senin (20/1). ujicoba WCB sudah selaras dengan misi dari skadron 32 yaitu Think (with)out the box.

“Makanya ketika personil Dislitbang datang kesini, saya sangat menyambut gembira karena merupakan suatu kehormatan telah mengajak skadron 32 untuk berbuat sesuatu yang lain,” ucapnya.

Komandan Skadron 32 Suryo dan Pesawat C 130 hercules
(Komandan Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh Malang, Letkol (Pnb) Suryo Anggoro, MTr (Han) dengan pesawat Hercules C-130 milik TNI AU. Pesawat tersebut digunakan dalam uji coba Water Container Bombing untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Selain Suryo sebagai captain pilot, dalam penerbangan tersebut dirinya dibantu oleh dua orang Co pilot yaitu Lettu Pnb Banu, dan Letda Pnb Zagota. Kemudian bertindak sebagai navigator, yang memandu mengarahkan pesawat ke target area, adalah Mayor (nav) Afan dan Mayor (nav) Nanang.

Menurutnya uji coba dinamis sangat perlu dilakukan untuk menguji peralatan WCB apakah sudah berfungsi sesuai dengan keinginan atau tidak, sekaligus meyakinkan bahwa pesawat Hercules mampu untuk melaksanakan tugas tersebut.

“Pada saat uji coba,  selama dua hari kita gunakan untuk berlatih. Baru setelah itu kita demokan di depan para pejabat,” sebutnya.

Baca Juga : Gerakan Sedekah Oksigen, Wawali Serukan Tanam Pohon Sebagai Budaya

Lebih lanjut dijelaskan Suryo, metode Water Container Bombing sendiri merupakan sebuah terobosan baru dalam penanggulangan Karhutla dan satu-satunya di dunia.

“WCB yang ada saat ini masih berupa prototype berbentuk bola-bola berisi air yang dilepaskan dari pesawat Hercules ke tempat titik api berada,” jelasnya.

Satu pesawat Hercules mampu menampung 76 bola dimana setiap bola berisi 112 liter dan bisa menjangkau radius 22 meter setiap bola, imbuhnya.

Pesawat C-130 Hercules seri H
(Pesawat C-130 Hercules seri H. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Suryo mengatakan, karena masih dalam bentuk prototype, WCB yang ada sekarang masih perlu banyak pengembangan. Dari hasil evaluasi uji coba kemarin, ke depannya ada beberapa pengembangan yang akan dilakukan.

“Saat ini untuk bahan bolanya sendiri masih terbuat dari fiber. Kedepannya nanti hasil dari diskusi para pejabat akan diganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Kemudian untuk isian bolanya, selain air, bola-bola tersebut nantinya juga di isi chemical atau zat kimia. Diharapkan ketika bola kimia itu jatuh ke tanah akan menjadi busa dan menyebar sejauh 22 meter untuk memadamkan api.

“Bisa juga nanti bola-bola tersebut sekalian diisi dengan benih tanaman untuk menggantikan tanaman yang terbakar. Karena bola ini ketika jatuh akan menancap masuk ke dalam tanah sedalam 30 cm,” terangnya.

Komandan Skadron 32, Suryo
(Komandan Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh Malang, Letkol (Pnb) Suryo Anggoro, MTr (Han) di kokpit pesawat Hercules C-130 TNI AU. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Metode WCB ini sangat diapresiasi oleh kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena dinilai mampu memadamkan kebakaran hutan secara efisien dan lebih hemat dalam penerapannya.