fbpx
Walikota Malang Dukung Komunal Branding Eduwisata Kampung Buah Bercahaya
Malanginspirasi.com, Kedungkandang – 10 ribu bibit pohon pepaya ditanam di wilayah Dukuh Baran Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada hari Minggu (12/1). Penanaman ribuan pohon pepaya tersebut untuk mendukung konsep “Eduwisata Kampung Buah Bercahaya”.

Walikota Malang, H. Sutiaji, yang hadir menyampaikan bahwa kawasan Dukuh Baran memiliki pemandangan yang indah dan sangat asri. Sehingga sangat tepat jika ditata sebagai kawasan wisata kampung buah ala pedesaan. Terlebih, wisata yang mengusung konsep pedesaan saat ini makin banyak diminati.

Dengan mengusung konsep pedesaan, Kota Malang akan memiliki Eduwisata Kampung Buah Bercahaya. Bukan hanya buah pepaya; di sana juga akan ditanam sederet buah-buahan lainnya.

“Pemandangannya di sini bagus, masih dingin dan asri. Nanti tinggal ditata sedikit, kan sekarang wisatawan cenderung ingin menikmati suasana di desa,” kata Walikota Sutiaji.

Ia menyampaikan, Dukuh Baran telah memiliki kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Nantinya, dinas terkait akan memberikan pendampingan terhadap Pokdarwis yang ada dalam mengelola kawasan yang ada sebagai tempat wisata. Karena nantinya, Dukuh Baran ditargetkan menjadi lokasi eduwisata berkaitan dengan sederet pohon dan buah-buahan yang ada di Kota Pendidikan ini.

Pertemuan di Kampung Buah Buring
(Kampung buah di Buring yang diplot menjadi salah satu destinasi eduwisata, mendapat dukungan berbagai elemen masyarakat. Foto : Ist/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Membangun Kabupaten Malang dengan Agrowisata

Upaya menghidupkan Dukuh Baran sebagai kawasan wisata juga merupakan pilihan yang tepat. Selain meningkatkan pemberdayaan dan meningkatkan perekonomian, wisata berbasis pedesaan dan tanaman tersebut dia yakini mampu membantu upaya Pemkot Malang dalam melakukan penghijauan.

“Selain itu, goal yang ingin kami capai salah satunya adalah menekan angka stunting. Setelah sebelumnya ada urban farming, sekarang ada upaya menanam puluhan ribu pohon pepaya. Ini akan bersinergi pada lingkungan hingga kualitas SDM,” papar Sutiaji.

Walikota berharap agar masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk penghijauan. Diantaranya turut serta meningkatkan program urban farming melalui penanaman beberapa tanaman dan sayuran, minimal untuk kebutuhan rumah tangga. Jika memiliki hasil besar, maka produk bisa dipasarkan lebih luas lagi.

“Dan Dukuh Baran ini akan jadi pilot project untuk bisa diterapkan di daerah lain di Kota Malang,” jelasnya.

Baca Juga : Menengok Kebun Sayur Organik di Baran Agro

Sutiaji juga mengapresiasi pihak yang berperan dalam proses peningkatan perekonimian serta penghijauan tersebut. Karena program yang diinisiasi oleh Pondok Pesentren Manajer Tholabie itu telah didukung penuh masyarakat setempat, perguruan tinggi, dan stakeholder terkait.

Pohon pepaya dipilih untuk mengawali ragam tanaman buah di wilayah tersebut karena selain dinilai tanaman pepaya lebih mudah tumbuh dan tahan hama; tanaman pepaya juga cenderung dapat berbuah di setiap musim.