fbpx
Walikota Malang Himbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Malanginspirasi.com, Rampal – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya-upaya antisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrim. Salah satunya dengan melakukan Doa Bersama dan Apel Gelar Kesiapsiagaan Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Kota Malang Tahun 2020.

Walikota Malang, Sutiaji, sebagai pimpinan apel, meminta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaannya untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana seperti bencana hidrometeorologi.

“Secara nasional kemarin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyampaikan bahwa masyarakat harus siap siaga untuk menghadapi kemungkinan bencana Hidrometeorologi. Karena saat ini curah hujan tinggi dan kecepatan angin susah diprediksi,” ucapnya ditemui usai memimpin apel di lapangan Rampal, Sabtu (11/1).

Apabila dulu hujan dibagi menjadi beberapa bulan, tapi sekarang dikumpulkan. Hal ini menyebabkan curah hujan yang turun akan lebih lebat disertai angin kencang sehingga akan menyebabkan situasi yang tidak kondusif.

“Selain banjir, kemarin juga ada bencana puting beliung yang menimpa salah satu rumah di kota lama,” kata Walikota.

Menurutnya, setelah dilakukan pengecekan kesiapsiagaan secara personil, semua sudah dalam posisi siap termasuk peralatannya juga sudah lengkap.

“Selain harus siap siaga, tadi kita juga sudah melakukan doa bersama agar bisa terhindar dari bencana,” imbuhnya.

Mengecek Perlengkapan Perahu Karet
(Mengecek perlengkapan untuk menghadapi bencana seperti perahu karet yang dimiliki BPBD. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Sutiaji Himbau Masyarakat Terus Waspada Terhadap Bencana

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Alie Mulyanto, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi erat kaitannya dengan air hujan yang luar biasa dimana puncaknya diperkirakan bulan Februari atau di akhir Januari.

“Puncak terjadinya hujan deras diprediksi pada awal bulan Februari atau akhir Januri,” terangnya.

Kepala BPBD Kota Malang
(Kepala BPBD, Kota Malang, Alie Mulyanto.)

Dikatakan Alie, pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat agar mereka tahu potensi bencana di lingkungannya. Kalau sudah tahu potensi bencananya, maka mereka juga akan tahu strategi penanggulangannya jika benar-benar terjadi bencana.

“Masyarakat harus tahu potensi bencana disekitarnya itu apa. Apakah banjir, longsor atau pohon tumbang. Dengan begitu mereka akan tahu strategi apa yang harus mereka lakukan ketika terjadi bencana,” jelasnya.

Pada gelaran apel tersebut, semua elemen baik dari TNI, POLRI, relawan, PMI, maupun yang lainnya dilibatkan demi kesiapan jika terjadi bencana.