fbpx
Pembongkaran Bangunan Penutup Drainase di Penanggungan
Malanginspirasi.com, Klojen – Program GASS (Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen) bukanlah program kaleng-kaleng yang hanya galak di tataran wacana, tapi juga implementasinya. Salah satu korban program nge”GASS” adalah bangunan usaha yang menutupi saluran drainase dan menimbulkan sedimentasi saluran. Bangunan itu pun langsung diperintahkan untuk dibongkar.

Bangunan penutup drainase tersebut berada di ujung Jalan Cianjur, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen. Wawali Malang, Sofyan Edy Jarwoko, yang berada di lokasi tampak gethem-gethem (marah, red).

Didampingi Sekkota Wasto dan Profesor M. Bisri, Wawali, langsung memerintahkan pembongkaran bangunan tersebut.

“Bongkar. Saya perintahkan kepada DPUPR Perkim untuk segera menormalisasi serta membangun kembali drainase yang ada di titik tersebut.  Ini saya perintahkan langsung kepada Pak Soni (Ka DPUPR Perkim Kota Malang, red),” ujar Bung Edy, sapaan akrab Wawali Malang.

Bung Edy meminta agar Senin depan, (27/1), masalah bangunan penutup drainase itu sudah beres. Menurutnya, ini demi langkah lanjut mengurai persoalan banjir di Kota Malang.

“Jika dalam satu kawasan masih belum selesai, harus dilanjutkan terus, sampai menemukan solusi agar tidak lagi banjir,” tegasnya.

Pengerukan Saluran Drainase
(Pengerukan saluran drainase untuk menormalkan kembali aliran air sekaligus meminimalisir potensi banjir. Foto : Ist/Malang Inspirasi)

Baca Juga : GASS untuk Budayakan Hidup Bersih, Tertib dan Peduli Lingkungan

Wawali menambahkan, setiap kelurahan harus melaporkan titik-titik mana saja yang kerap terjadi banjir. Nantinya, sistem tersebut akan dimasukkan ke dalam bentuk digital. Sehingga, penyebab banjir lebih mudah teridentifikasi.

“Kemudian, kami bisa mencarikan solusi. Salah satunya adalah sumur injeksi,” lanjutnya.

Dengan demikian permasalahan terkait banjir di Kota Malang perlahan bisa terurai.

“Harus pelan-pelan. Untuk itu kita ajak masyarakat untuk mau peduli dan merawat lingkungannya. Ini harus dijadikan kebiasaan,” tandasnya.

Wasto Bantu Pengerukan Saluran Drainase
(Sekkota Malang, Wasto, turut terjun langsung membantu membersihkan material penyumbat saluran drainase. Foto : Ist/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Gerakan Sedekah Oksigen, Wawali Serukan Tanam Pohon Sebagai Budaya

Sementara itu, Profesor Bisri,  selaku salah satu penggagas GASS, menyatakan kondisi drainase di kota Malang bisa dikatakan sudah akut.

“Kebanyakan karena perilaku warga sendiri yang kurang bijak terhadap lingkungannya. Mendirikan bangunan di atas drainase,  membuang sampah sembarangan serta sikap abai terhadap lingkungannya sendiri. Seperti yang terlihat di sini (jalan Cianjur), ini tidak terjadi kalau warga saling mengingatkan,” ujar  Prof Bisri yang juga Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah Kota Malang.

Sebagai informasi, selain Wawali dan Sekkota Malang, tampak hadir sejumlah pejabat dalam kegiatan nge-GASS di Kelurahan Penanggungan. Di antaranya adalah Asisten Administrasi Pembangunan, Diah Ayu Kusumadewi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rinawati, Kepala DPUPR Hadi “Soni” Santoso,  Camat Klojen Heru dan Kabag Humas, Widianto.