Kecamatan Blimbing Launching Bank Sampah Sinam

  • Whatsapp
Penimbangan dan Pencatatan di Bank Sampah Sinam
(Penimbangan dan pencatatan sampah di Bank Sampah Sinam di Kecamatan Blimbing. Foto : ANC/Malang Inspirasi)
Malanginspirasi.com, Blimbing – Sampah hingga kini masih menjadi persoalan lingkungan yang belum dapat teratasi dengan baik. Pengetahuan masyarakat terkait pemilahan dan pengelolaan sampah yang tepat, dinilai juga masih sangat minim.

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi terbentuknya Bank Sampah Sinam di kecamatan Blimbing, kota Malang.

Camat Blimbing, Muarib, mengatakan, kesadaran untuk memilah sampah sejak dari rumah harus mulai ditanamkan sekarang. Karena bukan tidak mungkin, jika masyarakat bisa memilahnya dengan benar maka sampah dapat menjadi kekuatan tersendiri untuk menambah nilai ekonomi bagi masyarakat melalui bank sampah.

Read More

“Seperti saya sendiri juga harus sudah mulai pilah-pilah sampah di rumah. Yang biasanya kami tidak pernah melakukannya, sekarang setiap hari saya sudah mulai memilah,” akunya usai peresmian Bank Sampah Sinam di halaman belakang kantor Kecamatan Blimbing, Selasa (11/2).

Muarib, Camat Blimbing
(Camat Blimbing, Muarib, berharap masyarakat membiasakan memilah-milah sampah mulai dari rumah masing-masing. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Ia menambahkan, kesadaran untuk memilah sampah ini akan ditularkan kepada 147 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di kecamatan maupun kelurahan.

Menurut Muarib, nantinya keberadaan Bank Sampah Sinam di kecamatan Blimbing tidak hanya disampaikan kepada Ibu-ibu PKK. Tetapi juga berbagai instansi yang ada disekitar kecamatan Blimbing seperti Taspen, Beacukai, Dishub dan Kejaksaan.

“Nanti kami akan berkirim surat kepada mereka agar mau bergabung dengan Bank Sampah Sinam yang ada di Kecamatan Blimbing,” tuturnya.

Baca Juga : Warga Sawojajar Manfaatkan Sampah Plastik Jadi Balok Bahan Bangunan

Sementara itu, Yustine, anggota Fasilitaor 3R sekaligus anggota Bank Sampah Malang (BSM) pusat menjelaskan bahwa Bank Sampah Sinam memiliki nasabah dari 11 kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Blimbing.

“Jadi 11 kelurahan tersebut mengirimkan sampahnya ke unit Bank Sampah Sinam untuk ditabung. Setelah itu, nanti setiap setahun sekali baru bisa diambil keuntungannnya,” ujarnya.

Yustine Menunjukkan Buku Tabungan Bank Sampah
(Yustine, anggota Fasilitaor 3R menunjukkan buku tabungan bank sampah. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Yustine menekan, ke depannya sampah yang akan ditabung sudah dalam kondisi terpilah. Karena ada beberapa anggota yang kadang hanya menyetorkan sampahnya tanpa dipilah lebih dulu, sehingga mau tidak mau petugas bank sampah harus ikut memilah lagi.

“Jadi sampah yang ditabung harus sudah terpilah. Karena setiap jenis sampah memiliki harga yang berbeda,” sebutnya.

Selain itu menurut Yustine pihak bank sampah juga bisa mengajarkan kepada anggotanya untuk membuat daur ulang sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.

Proses Pemilahan Sampah
(Proses pemilahan jenis sampah. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

“Kalau nanti sampahnya ada yang bisa didaur ulang, maka kami bisa mengajarkan para anggota unit kami di kelurahan untuk membuat karya dari sampah daur ulang tersebut. Jadi selain mereka menabung di bank sampah juga bisa mendaur ulang sampah yang bisa didaur ulang,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *