fbpx
Pasar Pintar di Joyo Agung Market
Malanginspirasi.com, Lowokwaru – Pasar Pintar Joyo Agung Market merupakan pasar rakyat berbasis online pertama di Indonesia yang hari ini secara langsung diresmikan oleh Walikota Malang, Sutiaji. Pasar yang berlokasi di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, kota Malang tersebut dikelola oleh pihak swasta, PT Joyo Agung Semesta.

Disebut pasar pintar karena transaksi jual belinya menggunakan aplikasi Malltronik dan sistem pembayarannya dilakukan secara non tunai atau cashless.

Direktur Pasar Pintar Joyo Agung Market, Djoko Tritjahjana, menjelaskan, pasar tersebut sengaja dibangun dengan iktikad untuk membantu UMKM sehingga pihaknya memberikan fasilitas atau pelayanan yang terbaik. Pasar rakyat yang biasanya terkesan kumuh, coba dibangun dengan bentuk format lain.

“Kita sebetulnya hanya membuat sarana prasarana dengan harapan agar pasar ini bisa memiliki nilai tambah sehingga bisa mengangkat UMKM. Jadi kita datang ke pasar sudah dalam kondisi bersih, aman, tertib dan tertib,” jelasnya usai acara pembukaan Pasar Pintar Joyo Agung Market, Kamis (20/2).

Karena pengelolaan pasarnya murni dari swasta, pihaknya sendiri yang akan mencoba berupaya agar pasar ini harus selalu bersih.

Memurut Djoko, dengan konsep pasar bersih ini pedagang merasa aman. Pedagang juga merasa teredukasi dan mereka pun bergairah untuk berjualan. Apalagi konsep di pasar pintar ini menitik beratkan kepada perkembangan teknologi yang ada selama ini

“Kita tidak bisa lari dari teknologi. Makanya kita selalu mengedukasi setiap pedagang terkait penggunaan aplikasi di smartphone untuk proses transaksi jual belinya,” sebutnya.

Dirut Pasar Pintar Joyo Agung Market, Djoko Tritjahjana
(Djoko Tritjahjana, Direktur  Pasar Pintar Joyo Agung Market. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : BCA Terus Kembangkan Fitur Layanan HALO BCA Berbasis WhatsApp

Awalnya memang berat, karena mau tidak mau UMKM harus mengikuti teknologi. Ibu-ibu pedagang yang sebelumnya tidak tahu apa itu email, mereka harus belajar membuat email.

“Setelah pedagang kita berikan edukasi terus-menerus, akhirnya mereka bisa mengoperasikan aplikasi dan mereka mengaku merasa sangat terbantu,” ungkapnya.

Djoko berharap pasar yang tidak mengandalkan uang tunai ini bisa menjadi barometer kedepan. Ia yakin pasar rakyat berbasis online baru ada di Malang dan belum ada di Indonesia

“Semoga Pasar Pintar Joyo Agung Market bisa menjadi pemicu awal kebangkitan pasar rakyat yang berteknologi,” harapnya.

Untuk diketahui, total ada 156 lapak pedagang yang disewakan di pasar pintar tersebut.

Baca Juga : Kabupaten Bandung Minati Kerjasama Ekonomi Kreatif dengan Kota Malang

Sementara itu Walikota Malang, Sutiaji, sangat mengapresiasi pihak swasta yang telah menginisiasi berdirinya Pasar Pintar Joyo Agung Market. Bahkan orang nomer satu di pemerintah Kota Malang tersebut mengaku tertarik untuk mengadopsi sistem yang ada di pasar tersebut.

“Bisa jadi dan tidak menutup kemungkinan nanti akan kami adopsi sistemnya untuk diterapkan di pasar yang lain,” ujarnya.

Walikota Sutiaji di Pasar Pintar
(Walikota Malang mencoba berbelanja menggunakan aplikasi di pasar pintar Joyo Agung Market. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Banyak kelebihannya, karena ketika berbelanja dengan cashles tidak akan ada lagi uang kembalian. Kemudian keamanan terjaga, copet tidak ada, pembeli tidak perlu membawa dompet atau uang karena transaksi jual belinya sudah menggunakan barcode yang nanti akan dibaca oleh aplikasi di handphone.

“Saran saya bandwidth wifinya ditambah agar tidak lemot atau lambat sehinga para pedagang dan pembeli bisa menggunakan aplikasi. Karena ketika wifinya lambat bisa membuat masyarakat malas berbelanja,” pungkas Walikota.