fbpx
Siswa SDN Sawojajar 6 Deklarasikan Penggunaan Tumbler dan Say No To Plastic
Malanginspirasi.com, SDN 6 Sawojajar – Gerakan Say No To Plastic terus digelorakan di Kota Malang untuk mengurangi sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan jika terus dibiarkan.

Hal ini pula yang mendasari para guru dan ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sawojajar 6 Malang melakukan “Deklarasi Penggunaan Tumbler dan Say No To Plastic”.

Kepala sekolah, Sentot Harianto, menjelaskan, tersebut merupakan kelanjutan dari program-program di SDN Sawojajar 6 yang berkaitan dengan sekolah bebas sampah atau sampah sahabat siswa.

“Di sekolah ini para siswa dilatih dan diberi keterampilan bagaimana mengelola sampah. Untuk sampah-sampah daun sampah atau sampah organik akan diletakkan di komposer. Sedangkan sampah plastik akan mereka bawa pulang ke rumah untuk dibuang di tempat sampahnya masing-masing,” jelasnya usai pelaksanaan deklarasi di halaman sekolah, Senin (10/2).

Penandatanganan Deklarasi oleh Perwakilan Siswa
(Penandatanganan deklarasi oleh perwakilan siswa dan disaksikan langsung oleh sejumlah guru SDN Sawaojajar 6 Malang. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Menurutnya, deklarasi penggunaan tumbler sangat penting dilakukan untuk memotivasi siswa agar tidak lagi menggunakan kemasan botol plastik sekali pakai. Karena seperti diketahui bahwa botol plastik sulit sekali dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

“Harapannya, penggunaan tumbler di sekolah dan penggunaan tempat makan yang bisa digunakan secara berulang akan mengurangi jumlah sampah plastik di sekolah,” ucapnya.

Selain itu, disampaikan Sentot, untuk mendukung deklarasi tersebut, pihaknya juga telah bekerjasama dengan PDAM untuk menyediakan terminal air minum siap minum. Sehingga para murid hanya tinggal membawa tumbler saja. Untuk airnya bisa langsung mengambil di air PDAM siap minum yang sudah ada di dalam lingkungan sekolah.

erwakilan Siswa Bersama Wakil Kepala Sekolah
(Perwakilan siswa didamping Wakil Kepala Sekolah SDN Sawojajar 6 Malang. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Gerakan Sedekah Oksigen, Wawali Serukan Tanam Pohon Sebagai Budaya

Dikatakan Sentot, kegiatan ini tidak boleh hanya sekedar menjadi deklarasi sesaat saja. Tetapi harus benar-benar diterapkan oleh semua warga sekolah termasuk pengelola kantin sekolah. Pihak kantin yang biasanya masih menggunakan kemasan plastik, harus sudah mulai dikurangi.

“Kantin secara bertahap akan mengurangi penggunaan plastik. Jadi untuk makanan-makanan yang nantinya dijual di kantin sekolah harus dikemas atau dibungkus dengan daun atau kertas, tidak boleh lagi dengan plastik,” tuturnya.

Ia berharap, paling tidak satu semester ini pihak kantin sudah tidak lagi menggunakan pembungkus plastik. Sehingga pada tahun ajaran baru nanti semua sudah ramah lingkungan.

Diakui Sentot, memang tidak mudah membiasakan 377 siswa mulai kelas 1-6 agar terbiasa menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Butuh proses dan pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus.

“Melalui deklarasi ini diharapkan bisa menumbuhkan karakter anak untuk lebih peduli lingkungan sehingga semester depan di SDN 6 Sawojajar ini sudah tidak ada lagi sampah plastik,” pungkasnya.

Pemanfaatan Botol Bekas Jadi Karya Seni
(Pemanfaatan botol bekas menjadi karya seni oleh Founder Hotbottles Reycle Company, Taufik Saleh Saguanto. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Warga Sawojajar Manfaatkan Sampah Plastik Jadi Balok Bahan Bangunan

Sementara dari perwakilan siswa, Galang dan Key, mengaku sangat mendukung deklarasi yang dilakukan pihak sekolah. Terlebih mereka berdua sudah lebih dulu membiasakan diri untuk menggunakan tumbler sebagai wadah air minum.

“Sudah setahun ini kami menggunakan tumbler. Semoga bisa mengurangi penggunaan plastik sehingga lingkungan tidak tercemar,” ucapnya.

Sementara itu turut hadir dalam acara tersebut, founder hotbottles recycle company, Taufik Saleh Saguanto. Ia memberikan motivasi dan pengetahuan terkait pemnfaatan sampah botol plastik.