fbpx
Prof Hadi Tekankan Perlunya Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Biologi di Sekolah dan PT
Malanginspirasi.com, UM – Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) lain yang baru saja dikukuhkan adalah Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. Ia dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Pendidikan Biologi FMIPA UM.

Dalam pidato pengukuhannya di Gedung Rektorat lantai 9 UM, Selasa (18/2), Prof Hadi Suwono mengangkat tema dengan judul “Rekontruksi Kritis Kurikulum Pendidikan Biologi”.

Ia menyampaikan bahwa Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan keanekaragaman hayati. Biologi merupakan ilmu dasar yang melandasi perkembangan ilmu terapan seperti kedokteran, farmasi, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, bioteknologi.

Menurutnya, biologi juga merupakan ilmu yang penting karena aplikasi temuannya menunjang kesejahteraan manusia melalui produksi pangan berkelanjutan, peningkatan kesehatan melalui penyediaan obat-obatan dan  nutrisi yang aman, energi yang ramah lingkungan, dan  perlindungan lingkungan.

Oleh karenanya rekonstruksi kurikulum pendidikan biologi di sekolah dan perguruan tinggi perlu dilakukan dengan berlandaskan pada konsep pendidikan kritis. Yaitu pendidikan biologi yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan.

Baca Juga : UM Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Sastra dan MIPA

Salah satu tujuan pendidikan biologi di sekolah adalah mengaplikasikan konsep dan prinsip biologi untuk menghasilkan karya atau temuan yang bermanfaat dalam menjawab kebutuhan manusia.

“Jadi pembelajaran biologi di sekolah hendaknya mengupayakan siswa mengalami secara langsung dalam beragam kegiatan. Di antaranya melalui pencarian, penemuan dan eksperimentasi, berbasis pada konten dan isu terkini, dan dilakukan secara kolaboratif dan kooperatif,” jelasnya.

“Dengan begitu siswa bisa lebih termotivasi untuk mempelajari konsep dan keterampilan baru yang relevan dengan  kehidupan mereka di luar dunia akademis,” imbuh Prof Hadi.

Kebijakan Merdeka Belajar yang diusung menteri saat ini, tuturnya lebih lanjut, sangat bagus. Karena memberi kesempatan yang luas kepada para pengembang kurikulum agar pendidikan biologi mengembangkan kemampuan bekerja dan berpikir ilmiah.

“Hal ini akan memperkuat dan mengembangkan keilmuan biologi sehingga membangun ketaqwaan, sikap ilmiah, dan menjadikan pebelajar kritis, kreatif, inovatif,” pungkas Prof Hadi.