fbpx
Prof Sri : Strategi Lingkar Literasi Tingkatkan Kemampuan Siswa Membaca Kritis
Malanginspirasi.com, UM – Prof. Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL., M.Pd. dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, mengangkat judul “Membaca Kritis dengan Strategi Lingkar Literasi untuk Siswa Sekolah Dasar dalam Konteks Content Language Integrated Learning (CLIL).

Menurut Prof Sri, di dalam mempelajari bahasa apa pun, akan lebih cepat jika di saat yang sama siswa juga mempelajari suatu mata pelajaran melalui bahasa tersebut. Misalnya, seperti di SD Lab UM. Mereka ada kelas bilingual dan ada kelas international Clas Program dimana anak-anak mulai kelas 1 sudah diajarkan bahasa Inggris untuk mata pelajaran matematika dan IPA.

“Jadi strategi yang saya eksperimenkan ini akan berhasil kalau kemampuan bahasa Inggris anaknya sudah mumpuni. Sehingga jika seperti di SD biasa yang hanya satu minggu 2 jam pelajaran bahasa Inggrisnya, metode ini tidak mungkin bisa dijalankan. Karena pada waktu mereka berdiskusi itu harus dalam bahasa Inggris,” jelasnya di Gedung Rektorat lantai 9 UM, Selasa (18/2).

Melalui metode membaca kritis dengan strategi lingkar literasi Prof Sri ingin memperbaiki cara membaca anak. Bukan hanya sekedar membaca, tapi anak membacanya harus secara kritis. Jadi setelah anak-abak membaca buku, mereka bisa tahu kira-kira inti dari bacaan tersebut apa.

“Dengan begitu mereka bisa memberikan pertimbangan, evaluasi, menganalisis dan memberikan kesimpulan. Karena dengan bisa membaca kritis, nanti kedepannya mereka diharapkan ketika menerima suatu berita di medsos tidak langsung percaya. Mereka harus kritis dulu, berita ini benar atau tidak,” ucapnya.

Baca Juga : UM Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Sastra dan MIPA

Ia mengatakan, metode tersebut harus diajarkan sejak dini, paling tidak sejak SD. Tapi harus dalam kontek CLIL yang diterjemahkan sebagai pembelajaran lintas kurikulum. Dimana para siswa belajar bahasa tapi melalui mata pelajaran lainnya. Strategi lingkar literasi ini juga telah dilakukan di beberapa negara maju.

“Beberapa penelitian di negara maju telah membuktikan bahwa strategi ini dapat mendongkrak prestasi membaca peserta didik. Di Chicago antara tahun 1995 dan 1998 kemampuan membaca peserta didik meningkat. Kelas 3 sebesar 14 persen, kelas 6 sebesar 9 persen, dan kelas 8 sebesar 10 persen,” terangnya.

Setelah strategi tersebut diterapkan selama dua bulan, kepada dua kelompok ekperimen siswa SD Lab UM kelas 5, menunjukkan bahwa keseluruhan hasil proses kemampuan membaca kritis kelompok E dengan strategi lintas literasi lebih tinggi daripada kemampuan membaca kritis kelompok K dengan strategi konvensional,

“Kemudian ditinjau dari waktu mengerjakan postes, Kelompok E mengerjakan postes lebih cepat daripada Kelompok K, yaitu selisih waktu Kelompok E dan kelompok K adalah 9 menit,” ungkapnya.

Jadi secara empiris, tegas Prof Sri, terbukti bahwa strategi lintas literasi efektif meningkatkan daya kritis membaca siswa. Termasuk dalam proses pembelajaran membaca kritis dalam bahasa Inggris mampu melatih siswa berpikir tingkat tinggi selama proses membaca. Seperti membuat inferensi, membuat hipotesa, membuat pertimbangan, dan membuat ringkasan isi bacaan.