fbpx
Bupati Puji Alpukat Pameling Tembus Pasar Eropa
Malanginspirasi.com, Lawang – Keberhasilan Alpukat Pameling asal Lawang, Kabupaten Malang, menembus pasar Eropa, tepatnya Swiss, mendapat apresiasi Bupati Malang.

Saat mengunjungi kebun Alpukat Pameling di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Sabtu (15/2), Bupati Malang, HM Sanusi, secara khusus memberikan apresiasi dan pujian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nakulo yang berhasil mengembangkan Alpukat Pameling hingga mampu menembus pasar Eropa.

”Alpukat Pameling yang ada di kebun Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang ini buahnya lebih tebal dan ukuran lebih besar, serta rasanya lebih enak dan lebih punel. Tentu menjadi cita rasa tersendiri dibandingkan jenis alpukat lainnya. Seperti ada menteganya. Kalau alpukat lainnya daging buahnya lebih tipis,” ujar Bupati yang didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Budiar Anwar.

Dalam produksinya, Gapoktan Nakulo dibawah pendampingan DTPHP Kabupaten Malang. Pendampingan tersebut terutama pada pengolahan produksi dan kegiatan pasca panen secara baik dan benar melalui penerapan SL Good Handling Practices (GHP) Buah.

Alpukat varietas Pameling ini ditanam di kebun kurang lebih berluas 100 hektar. 40 hektar berada di satu kawasan dan 60 hektar secara tersebar. Hasil pertanian alpukat dari Gapoktan Nakulo ternyata sudah berhasil meyakinkan insvestor dan merebut pasar ekspor hingga benua Eropa, khususnya Swiss.

Baca Juga : 7 Komoditas Perkebunan Jadi Prioritas Peningkatan Ekspor

Bupati menyebut, Gapoktan Nakulo berhasil mengembangkan varietas alpukat ini dengan menggunakan teknik populasi dari bibit dengan jenis cukup bagus yang ditemukan hanya ada di Desa Wonorejo. Oleh gapoktan kemudian dikembangkan lagi dengan cara stek itu sehingga semakin berkembang dan banyak berbuah.

Tercatat, satu pohon alpukat dapat menghasilkan kurang lebih 250 kg. Sedangkan per buah alpukat bisa memiliki berat hingga 2 kg. Pemkab pun selalu melakukan atau menggelar pembinaan melalui DTPHP yang bekerja sama dengan kelompok tani untuk mengembangkan pembibitan alpukat ini.

”Pemasaran tidak sulit karena sudah mampu melayani permintaan dan pemesanan investor di Surabaya dan kota lain. Hanya saja jumlah produksinya masih kurang banyak sehingga kewalahan. Bahkan investor dari Swiss malah meminta 100 ton per bulan. Tetapi belum mampu memenuhinya,” jelas Bupati.

Ia menambahkan, keunggulan lain dari Alpukat Pameling dibandingkan varietas lokal adalah nyaris tidak ada ulatnya.

Baca Juga : Membangun Kabupaten Malang dengan Agrowisata

Bupati Sanusi berharap selain menjadi tempat produksi Alpukat Pameling terbaik di Indonesia, perkebunan alpukat varietas unggul tersebut juga dapat menjadi tempat wisata edukasi serta wisata petik bagi masyarakat luas.