fbpx
Wulandari, Sosok Baru Ketua Baru ASPPI DPC Malang : All for One, One for All
Malanginspirasi.com – Pengurus Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Malang telah resmi dipilih dan dilantik dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II. Nama Wulandari dari Plankton Tour and Travel terpilih menjadi ketua ASPPI DPC Malang masa jabatan 2020-2024.

Wulandari sendiri bukan orang baru dalam kepengurusan ASPPI DPC Malang. Pada periode sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Wulan tersebut menjabat sebagai bendahara di bawah kepemimpinan Reno Widodo.

Sebagai ketua ASPPI DPC Malang yang baru, Wulan merupakan sosok yang ulet dan tangguh. Ia memang tidak sampai menyelesaikan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi di Kediri. Namun perempuan kelahiran Trenggalek, 17 Januari 1981, tersebut mampu membuktikan diri bahwa ia mampu mewujudkan cita-citanya sebagai bussinesswoman.

Diakui Wulan, keberhasilan yang ia capai saat ini tidak terlepas dari berbagai ilmu yang didapatkannya semasa masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Trenggalek. Wulan sengaja mengambil jurusan kesekretarisan dimana banyak diajarkan terkait public relation, ilmu ekonomi dan bisnis termasuk juga cara berkomunikasi, cara bertelfon, cara duduk, berpakaian maupun make up.

“Keinginan untuk memiliki skill atau kemampuan inilah yang kemudian membuat saya ingin masuk ke SMK. Meskipun pada waktu itu teman-teman banyak yang memilih masuk SMA, tapi saya tidak tertarik sama sekali, karena saya ingin langsung punya skil. Kalau kita punya skil, pasti kita bisa bertahan hidup,” akunya saat ditemui nawak Malang Inspirasi beberapa waktu yang lalu di Malang.

Ternyata di dunia bisnis yang sekarang ia geluti, ilmu tersebut sangat penting. Karena sepintar-pintarnya seseorang, tapi kalau untuk kemampuan bicaranya saja masih kurang, hasilnya akan kurang maksimal ketika menerjuni suatu bidang yang melibatkan banyak orang.

Selepas lulus SMK di Trenggalek, Wulan sempat mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kediri, meskipun pada akhirnya tidak ia selesaikan karena lebih fokus untuk belajar Bahasa Inggris di kampung Inggris.

“Waktu itu obsesi saya ingin bisa Bahasa Inggris karena bahasa ini yang kerap di pakai jika kita berpergian ke luar negeri dan telah menjadi bahasa internasional. Kurang lebih satu tahun saya mempelajari Bahasa Inggris,” ujarnya.

Usai menimba ilmu bahasa Inggris di Kediri, Wulan kemudian menuruti keinginannya untuk merasakan bagaimana mencari uang di Malang. Berbagai jenis pekerjaan pernah ia lakoni, mulai dari yang berhubungan dengan perhotelan, farmasi, butik, fotografi hingga kuliner.

“Pertama kali saya bekerja di hotel tapi hanya bertahan 3 bulan. Kemudian pindah kerja di Dexa Medica sampai kemudian sempat memiliki apotik meskipun sekarang sudah tidak ada lagi. Saya juga sempat bekerja di rumah sakit dan punya bisnis butik khusus pakaian kerja dan membuka kantin di ITN 2, sebelum pada akhirnya terjun di dunia pariwisata,” sebutnya.

Dilantik Menjadi Ketua ASPPI Cab Malang
(Wulandari saat dilantik menjadi Ketua Baru ASPPI DPC Malang 16 Januari 2020 lalu. Foto : ANC/Dok Malang Inspirasi)

Baca Juga : Perjalanan Nasib Antar Tukang Pungut Sampah Jadi Pengelola Pasar Madyopuro

Diceritakan Wulan, tiga tahun sebelum ia mendirikan Plankton Tour and Travel, ia sempat bergabung di Arna Tour. Selama lima tahun bekerja disana, Wulan banyak belajar tentang dunia pariwisata. Di Arna tour pula Wulan mulai mengenal dan bergabung dengan ASPPI.

Meskipun terjun ke dunia pariwisata, awalnya diakui sekedar iseng, tapi Wulan mampu membaca peluang dimana pangsa pasar di pariwisata cukup besar mulai dari bayi baru lahir sampai dengan orang tua.

“Iseng disini bukan berarti ngawur. Tapi prinsip saya adalah kita tidak perlu takut mencoba sesuatu yang baru dan tidak perlu takut untuk di tempatkan di mana saja, kalau kita punya skil,” tuturnya.

Wulandari menambahkan, bisnis yang ia geluti sekarang ini di pariwisata merupakan bisnis yang benar-benar disukainya. Karena bisa mengajak orang untuk bersenang-senang.

Sementara itu disampaikan Wulan, sebagai ketua ASPPI DPC Malang yang baru, ia mengusung visi All for One, One for All, dimana ASPPI sebagai suatu wadah untuk mengumpulkan teman-teman  yang mau berkreasi dan bekerjasama dalam satu frekuensi.

“Satu frekuensi dalam artian, ASPPI ini anggotanya beda-beda mulai dari hotel, travel, catering, dan lain sebagainya. Hanya saja kalau kita bisa satu frekuensi saya rasa asosiasi ini bisa berjalan dengan baik. Karena bagaimana pun juga kalau segala sesuatu dikerjakan bareng-bareng otomatis akan lebih mudah,” tuturnya.

Sedangkan untuk misinya sendiri Wulan akan mengajak semua anggota untuk aktif. Menurutnya, sebagus apa pun suatu asosiasi kalau tidak di dukung oleh anggotanya yang aktif, tidak akan ada apa apanya.

Jadi bukan ketua atau pengurus yang bekerja, tapi tetap anggota yang bersuara. Kalau anggotanya mlempem, maka asosiasi tidak akan berjalan, tegasnya.

Baca Juga : ASPPI DPC Malang Raya Siap Bersinergi dengan Pemerintah Daerah Majukan Pariwisata

Menurut Wulan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di ASPPI termasuk melakukan pendekatan dan menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah.

“Terus terang saja selama ini kita belum ada pendekatan yang intens dengan pemerintah. Tapi pada periode kali ini salah satu misi saya adalah melakukan pendekatan kepada pemerintah itu harus dan wajib. Karena bagaimanapun kita ini sebenarnya saling membutuhkan,” ungkapnya.

Tidak hanya menjalin hubungan baik dengan pemerintah, tetapi juga dengan asosiasi-asosiasi lainnya yang berkaitan dengan pariwisata sehingga ASPPI tidak berdiri sendiri, imbuh Wulan.

Menandatangani Pakta Integritas
(Wulandari menandatangani pakta integritas yang salah satunya adalah tekad memajukan pariwisata di Malang Raya bersama dengan pemerintah daerah. Foto : ANC/Dok Malang Inspirasi)

Lebih lanjut, di era kepemimpinannya, Wulan tetap akan melanjutkan program-program yang telah dibuat oleh periode kepengurusan ASPPI sebelumnya. Salah satunya yaitu program Cangkrukan yang dilakukan sebulan sekali dan dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota ASPPI DPC Malang.

“Kalau dulu Cangkrukan hanya sekedar ngobrol dan kumpul-kumpul, sekarang kita beri tema apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, misalnya ijin travel agent. Anggota yang sudah bagus ijinnya bisa sharing ke anggota yang lainnya. Sehingga kita sama-sama saling menghasilkan. Dengan begitu kita akan bisa tahu potensi dari masing-masing anggota,” tutupnya.