fbpx
7 Rekomendasi WHO untuk Cegah Penyebaran Covid-19
Malanginspirasi.com – Sejak pengakuan resmi Presiden Joko Widodo 2 Maret 2020, bahwa Indonesia positif terjangkit pandemi Virus Corona, daya sebarnya terhitung cepat. Ini terlihat dari angka kasus penderita yang melonjak cepat.

Hanya dalam kisaran waktu dua minggu, angka kasus mencapai 227, di mana 11 pulih dan 19 meninggal. Dari keseluruhan kasus, resiko kematian akibat penyebaran Covid-19 di Indonesia mencapai 5%. Prosentase tingkat kematian di Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan Italia.

Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya, who.int, merekomendasikan beberapa langkah pencegahan.

Berikut 7 langkah yang direkomendasikan WHO :

1. Cuci tangan dan kaki memakai sabun dan air yang mengalir. Memakai sabun karena sabun bersifat amphiphilic (tidak takut air dan lemak). Sedangkan inti virus dilapisi oleh suatu kapsul yang terdiri dari lemak dan protein. Sehingga sabun dapat menembus dan memecahkan lapisan pembungkus inti virus sehingga dapat melemahkan virus.

Sabun atau hand sanitizer? Dua-duanya baik dan benar, tapi untuk membersihkan tangan dan kaki dari kotoran luar selepas melakukan suatu kegiatan (seperti menyentuh air liur, dahak, setelah buang air kecil dan besar, menyentuh sampah) sebaiknya menggunakan sabun dan air yang mengalir. Gunakan hand sanitizer saat tidak kuat lagi menggaruk badan, sekitar wajah, saat di RS (menjenguk orang sakit).

2. Usahakan menyemprot barang-barang di sekitar dengan alkohol 70%. Karena Coronavirus ini dapat bertahan lama di benda-benda sekitar kita, terutama di logam. Hindari juga benda-benda yang sering disentuh orang banyak seperti tombol lift, pembuka pintu, pegangan eskalator, gantungan KRL, dll).

Setelah bepergian dari luar (karena sesuatu yang mendesak) usahakan masuk rumah dalam keadaan steril (sudah cuci tangan dan kaki), kemudian segera mengganti pakaian dan meletakkan pakaian kotor di tempatnya (bukan di kamar tidur).

3. Tahan untuk tidak menyentuh daerah wajah dan sekitarnya. Karena ditakutkan virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan bertemu dengan reseptor virus secara mudah di dalam tubuh, yaitu di sekitar bagian mukosa oral dan nasal, nasofaring, paru-paru, lambung, usus halus, usus besar dan kulit.

4. Menutup mulut saat batuk menggunakan tisu atau penutup lainnya karena ini juga berkaitan dengan etika batuk. Tutup mulut kita saat batuk menggunakan tisu. Setelah itu, buang tisu pada tempatnya. Jangan setelah batuk, tisu diletakkan di atas meja atau di tempat-tempat yang orang lain mudah untuk tersentuh. Sangat disarankan membuang tisu di tempat sampah yang tertutup.

Gunakan masker agar orang lain tetap nyaman saat berada di sekitar kita. Ingat pakai masker yang benar, tidak dibalik atau diletakkan di bawah hidung dan mulut. Ini lebih beresiko karena mikroorganisme jahat bisa saja langsung terhirup hidung dan mulut jika meletakkan masker di bawah hidung dan mulut.

Jika sudah terlalu lama, ganti dengan masker yang baru dan buang masker yang sudah dipakai.

5. Hindari tempat-tempat ramai dan kerumunan orang. Sebab, akan riskan terpapar virus dan bakteri. Kalau pun terpaksa, jaga jarak (social distancing). Untuk sementara waktu, lebih baik di rumah jika tidak ada kepentingan yang sangat mendadak. Meski di rumah saja, selingi dengan olahraga ringan seperti jalan kaki di sekitar rumah dan berjemur di bawah sinar matahari pagi (sekitar pukul 7-10) selama 15 menit. Karena Corona Virus tidak menginfeksi tubuh yang imunnya kuat.

Social Distancing
(Social distancing efektif mencegah penyebaran Covid-19. Foto : kwqc.com)

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19, UB Tunda Berbagai Agenda Kunjungan Dari Luar Negeri

6. Diam di rumah saat merasa tidak enak badan. Ini karena saat badan tidak sehat, imun tubuh menurun. Corona Virus sangat menyukai imun tubuh yang lemah.

Untuk memulihkan tubuh, makan dan istirahat yang cukup. Selain itu, konsumsi pula vitamin-vitamin yang mengandung antioksidan tinggi. Minum suplemen seperti propolis, madu, jahe-jahean.

Kurang tidur dan keseringan begadang dapat melemahkan imun tubuh. Begitu juga dengan pikiran stress.

7. Hubungi dokter atau RS jika demam dan batuk. Lekaslah untuk menghubungi dokter spesialis paru atau RS terdekat karena dokter ahli akan segera memeriksa. Sebaiknya sebelum datang ke RS atau dokter, usahakan telpon dahulu karena keberadaan kita yang sedang tidak sehat ke RS atau ke dokter juga amat riskan.