Adu Kuat Beton, 10 Besar LKTB Berebut Jadi Juara di ITN Malang

  • Whatsapp
Adu Kuat Beton, 10 Besar LKTB Berebut Jadi Juara di ITN Malang
(Wahyu Bangkit Pangestu Aji, Ketua Panitia Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) Tingkat Nasional di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Foto : ANC/Malang Inspirasi)
Malanginspirasi.com, ITN – Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) Tingkat Nasional yang diadakan Himpunan Mahasiswa Sipil S1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Education of Civil Engineering, hari ini, Sabut (7/3) telah memasuki fase presentasi dan pengumuman hasil.

Dari total 42 tim se-Indonesia yang mendaftarkan diri, hanya 10 tim yang lolos untuk mengikuti tahapan presentasi secara langsung di hadapan para juri yang dilaksanakan di kampus 1 ITN Malang.

Ketua panitia, Wahyu Bangkit Pangestu Aji, menjelaskan pendaftaran LKTB sendiri dimulai pada bulan September tahun lalu dan diperoleh 42 peserta. Kemudian tahapan selanjutnya melakukan mixing beton di kampus masing-masing tanggal 23 November dan pengujiannya 21 Desember 2019.

“Proses mixing maupun pengujiannya dilakukan di kampus masing-masing. Kemudian divideokan dan dikirimkan ke panitia. Sedangkan pengumpulan makalah dilakukan 23 Desember 2019 untuk kemudian diseleksi lagi dan selanjutnya dimumumkan 10 besar pada tanggal 25 Februari 2020,” jelasnya di kampus ITN Malang.

Perguruan tinggi yang masuk tahap final 10 besar diantaranya Udayana, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Kaltim, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Undip dan UGM.

Pada tahap final 10 besar ini, lanjut Bangkit, setiap tim diberikan kesempatan waktu presentasi selama 10 menit. 10 menit berikutnya merupakan sesi pertanyaan dari juri.

“Dari 10 besar tersebut nantinya akan dipilih tiga tim pemenang juara 1,2 dan 3 untuk memperebutkan total hadiah uang senilai 6,5 juta rupiah,” ucapnya.

Menurut Bangkit, melalu lomba LKTB diharapkan bisa menjadi ajang untuk mengasah jiwa kompetisi antar anak bangsa. Sekaligus pula sebagai wahana untuk memperdalam ilmu khususnya tentang beton.

“Melalui lomba-lomba semacam ini bisa menjadi media untuk meningkatkan kualitas SDM teknik sipil di Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga : Warga Sawojajar Manfaatkan Sampah Plastik Jadi Balok Bahan Bangunan

Sementara itu salah satu tim peserta adalah Militan Team dari Universitas Udayana yang beranggotakan Gede Aryananda Pratama Yudistira, Kadek Lalo Junarta, Anak Agung, Gede Yogi Swara. Mereka mengusung tema BEMBAH (Beton Memanfaatkan Limbah).

Perwakilan anggota, Kadek, menjelaskan dalam lomba LKTB kali ini timnya sengaja mengambil tema BEMBAH karena memang memanfaatkan limbah batu tabas dan limbah plastik.

“Untuk agregat kasar kami menggantikannya dengan limbah batu tabas. Sedangkan untuk mengganti agregat halus kami manfaatkan limbah botol plastik berukuran kurang lebih 5 mm,” terangnya.

“Tim kami juga menggunakan larutan gula yang menurut jurnal referensi bersifat dapat meningkatkan kuat tekan pada beton. Dan juga bisa mempengaruhi waktu pengikatan pada semen,” tandasnya.

Presentasi Militan Team dari Udayana
(Presentasi Militan Team dari Universitas Udayana Bali yang mengusung BEMBAH (Beton Memanfaatkan Limbah). Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Lebih lanjut anggota lainnya, Gede, menjelaskan batu tabas merupakan bantuan jenis scoria basaltic yang berasal dari magma yang membeku.

“Bembah ini nantinya dapat diaplikasikan sebagai struktur bangunan seperti kolom maupun balok,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *