fbpx
Ika Rolas Bagi-bagi Nasi Bungkus di Malang
Malanginspirasi.com, Klojen – Ikatan Alumni SMPN 12 Surabaya, atau yang lebih dikenal Ika Rolas Angkatan 88, Jumat pagi (13/3), melakukan kegiatan sosial bagi-bagi nasi bungkus di wilayah Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kegiatan sosial Ika Rolas 88 membagikan nasi bungkus gratis ini sebenarnya sudah berjalan satu tahun. Namun untuk di Kota Malang, ini adalah yang pertama kalinya.

“Betul. Ini yang pertama. Tapi sudah ada agenda untuk melakukannya secara rutin. Apalagi ada beberapa alumni yang sekarang tinggal di Malang. Kami bisa saling bekerja sama membantu kegiatan ini,” ujar Sulis, koordinator program sosial Ika Rolas 88 di Malang.

Nasi bungkus yang dibagikan, imbuhnya, berjumlah kurang lebih seratusan. Sementara wilayahnya baru mencakup di seputaran Kecamatan Klojen, yakni Pasar Bunul, Rampal, Stasiun Kota, dan Embong Brantas.

Nasi-nasi bungkus itu dibagikan kepada sebagian warga kelas bawah yang karena tuntutan kebutuhan hidup, musti berada sejak pagi di jalanan. Beberapa di antaranya adalah tukang becak, tukang sapu, tukang sampah, polisi cepek. Juga sejumlah gelandangan di sudut-sudut keramaian.Bagi Nasi Bungkus ke TPS

Bagi-bagi Nasi Bungkus ke Tukang Sampah
(Sulis membagikan nasi bungkus kepada tukang sampah dan petugas kebersihan di TPS (Tempat Penampungan Sementara) sampah di Kecamatan Klojen. Foto : Ton/Malang Inspirasi)

“Pemberian nasi bungkus ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami (alumni SMPN 12 Surabaya Angkatan 88, red) untuk berbagi kepada sesama, utamanya mereka yang kurang beruntung. Memang, untuk yang di Malang saat ini baru sebatas nasi bungkus. Tapi ke depan, ada rencana memperluas kegiatan sosial semacam ini. Menyantuni anak yatim, misalnya,” kata Sulis.

Baca Juga : Humanity Food Truck ACT, Bagikan 500 Porsi Makanan Gratis ke Jamaah Masjid Manarul Islam

Kegiatan bagi-bagi nasi bungkus ini mendapat respon positif. Salah satunya adalah dari Slamet, seorang tukang becak yang biasa mangkal di Pasar Klojen.

“Biasanya kalau sudah dapat penumpang, saya baru marung (membeli makanan di warung, red). Tapi karena pagi-pagi sudah dikasih sarapan, ya ga perlu marung. Lumayan bisa ngirit. Yang sering-sering saja, Mas,” tutur Slamet sembari tersenyum.

Bagi Sarapan ke Tukang Becak
(“Sing sering-sering ae, Mas, dum-dum sarapan.” Foto : Ton/Malang Inspirasi)