fbpx
Direktur BPJS Apresiasi Penerapan Antre Online di Kota Malang
Malanginspirasi.com, Klinik Bunga Melati – Seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Malang saat ini telah menerapkan sistem antrean pelayanan berbasis online yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aplikasi ini dikembangkan oleh BPJS Kesehatan.

Tercatat, saat ini sebanyak 72 FKTP di Kota Malang telah mengimplementasikan antrean online yang terdiri dari 16 Puskesmas, 21 Dokter Praktik Perorangan, 31 Klinik Pratama, 3 Klinik TNI dan 1 Klinik POLRI.

Penerapan antrean online di Kota Malang ini kemudian mendapatkan apresiasi langsung dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, saat melakukan supervisi antrian online se-Kota Malang, di Klinik Bunga Melati, Rabu (11/3) yang didampingi oleh Walikota Malang Sutiaji.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah Kota Malang yang telah mewujudkan kemudahan layanan kesehatan bagi warga. Kami juga surprise karena saat ini FKTP di Kota Malang sudah 100 persen menerapkan sistem antrean online yang telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN,” ujarnya.

Menurut Fachmi, pemerintah daerah memiliki andil besar dalam keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Bukan hanya dari sisi kebijakan namun mengupayakan keterbukaan informasi serta kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dalam sistem antrean online, peserta dapat melakukan pendaftaran pelayanan kesehatan di FKTP tanpa datang langsung ke FKTP. Ini karena pendaftaran atau pengambilan nomor antrean dapat dilakukan dari rumah melalui aplikasi Mobile JKN.

“Nomor antrean pasien dapat diketahui sehingga pasien dapat memprediksi waktu kunjungan ke FKTP,” terangnya.

Penandatanganan Aplikasi Antrean Online untuk Layanan Kesehatan
(Penandatangan penerapan antrean berbasis online di Klinik Bunga Melati, Kota Malang, Rabu (11/3). Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Pemkot Malang Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi

Lebih lanjut, Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan dirinya sangat memberikan perhatian kepada implementasi Program JKN-KIS. Teriutama bagaimana program ini dapat mendorong meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kota Malang.

Menurut Walikota, pemanfaatan teknologi informasi dapat dilaksanakan karena keterbukaan informasi dan kemudahan akses adalah hal yang ditunggu masyarakat saat ini.

“Kami sudah memiliki program-program yang mendorong terbentuknya ekosistem digital di Kota Malang. Bahkan ada program untuk masyarakat yang  sesungguhnya masih kurang melek teknologi,” ucapnya.

Walikota Malang, Direktur BPJS & Para Lansia
(Direktur BPJS Kesehatan, Walikota Malang dan para lansia peserta BPJS. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Sementara itu, Direktur PT Griya Melati Diagnostik (Klinik Pratama Bunga Melati) Donny Hary Putra SH, mengaku pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya sistem antrean online yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN.

“Pasien juga bisa merasakan langsung manfaatnya karena pasien tidak perlu datang langsung. Jadi mereka bisa beraktifitas seperti biasa dan waktu tunggu antrean di kami menjadi semakin sedikit,” ucapnya.

Dikatakan Donny, sebelum adanya program dari BPJS tersebut, sebenarnya pihak klinik Bunga Melati sudah merencanakan untuk membeli program antrean online. Beruntung, sebelum rencana tersebut dilaksanakan, BPJS sudah lebih dulu membuat aplikasinya.

“Sangat terbantukan sekali dengan adanya aplikasi Mobile JKN ini karena awalnya kita mau beli program antrean sendiri. Tapi ternyata kemudian ada program secara cuma-cuma dari BPJS. Jadi kita gunakan ini sekarang,” terangnya.

Donny dan dr Lily
(Direktur PT Griya Melati Diagnostik (Klinik Pratama Bunga Melati) Donny Hary Putra SH dan dokter penanggung jawab Klinik Bunga Melati, dr. Lily Inderayati. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Berikan Layanan Prima, RSU UMM Hadirkan Tiga Pelayanan Kesehatan Baru

Lebih lanjut, disampaikan Donny, sebagai Faskes (Fasilitas Kesehatan) swasta pertama di kota Malang yang telah mendapatkan akreditasi paripurna, Klinik Bunga Melati sering menjadi rujukan dari faskes atau klinik lainnya untuk belajar bagaimana agar bisa mendapatkan akreditasi paripurna.

“Kami sudah terakreditasi paripurna sejak bulan Februari 2019. Sudah banyak klinik-klinik lain yang pada akhirnya belajar kepada kami, seperti dari Medan, Palembang, Pasuruan, dan Sidoarjo. Mereka datang kesini untuk belajar bagaimana mendapatkan akreditas tersebut,” ungkapnya.

Dokter penanggung jawab Klinik Bunga Melati, dr. Lily Inderayati, menyebutkan, untuk bisa mendapatkan akreditasi paripurna kuncinya ada pada standar dan mutu.

“Sebagai pelayan kesehatan, kita harus terstandar dan harus mematuhi yang namanya mutu, demi keselamatan pasien dan pegawai,” ucapnya.

Foto Bersama dengan Jajaran Klinik Bunga Melati
(Foto bersama Walikota Malang, Direktur BPJS dengan jajaran offisial Klinik Bunga Melati. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Setidaknya ada lima hal yang menjadi penilaian akreditasi paripurna yakni safety bagi pasien, safety untuk pegawai atau pelaksana kesehatannya, safety bangunan gedungnya, safety untuk keamanan lingkungan sekitar dan limbah yang dihasilkan. Serta yang tidak kalah penting adalah safety terkait finanscial atau keuangan.