fbpx
Ketua DPRD Kabupaten Malang : Viralkan Kewaspadaan Terhadap Covid-19 Melalui Iklan di Medsos
Malanginspirasi.com, Kepanjen – Menanggapi semakin banyaknya korban berjatuhan akibat Virus Corona (Covid-19), Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, setuju untuk terus meningkatkan awaraness atau kewaspadaan masyarakat terhadap virus mematikan ini di media sosial. Sehingga kesadaran masyarakat dapat terus dibangun dan upaya menghentikan penyebaran Covid-19 lebih efektif.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, beberapa hari lalu mengunggah postingan tentang anjuran untuk berdiam di rumah serta tidak melakukan aktivitas di luar rumah, kecuali sangat penting.

Sayangnya unggahan tersebut kurang mendapat respon. Hingga 10 hari setelah diunggah, video tersebut hanya dilihat 24 ribu kali. Kalah jauh dengan konten-konten Youtube lainnya.

Begitu pula dengan “Pesan Mas Menteri” yang diunggah di Facebook “Sadar Corona”. Yang menekan tombol “Like” tak banyak, menunjukkan bahwa unggahan Sang Mas Menteri sedikit dilihat.

Padahal jika mendayagunakan seluruh platform media sosial yang umum dipakai masyarakat, anjuran ini bisa menjangkau khalayak yang lebih luas.

Oleh karena itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, mendukung penuh upaya terus memviralkan kepedulian terhadap bahaya Covid-19 kepada masyarakat melalui media sosial, baik itu melalui Facebook, InstaGram, Twitter, dlsb. Dengan demikian, mereka turut berpartisipasi membantu mencegah persebarannya, minimal di lingkungan terdekat mereka.

“Gaungkan terus kewaspadaan terhadap bahayanya Virus Corona ini ke masyarakat. Bisa melalui akun-akun media sosial kita. Terutama di kalangan milenial. Karena terbiasa menggunakan dalam keseharian, mereka sangat efektif sebagai pembawa pesan kepada keluarga dan lingkungan terdekat mereka masing-masing,” kata Didik, saat ditemui di kantornya, Kamis (26/3).

Baca Juga : Baksos Penyemprotan Disinfektan di Pasar Kepanjen

Didik menambahkan, berbagai upaya perlu dilakukan agar persebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Malang, tidak semakin menjadi-jadi dan menimbulkan lebih banyak korban.

“Selain upaya-upaya secara langsung seperti penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi, kepedulian warga bisa dibangkitkan dari pesan-pesan di media resmi maupun di media sosial,” pungkasnya.