fbpx
“Kota Malang Zona Merah, Ibadah di Rumah Saja”
Malanginspirasi.com, Balaikota Malang – Seruan ibadah di rumah karena Kota Malang sudah masuk zona merah itu disampaikan Walikota Sutiaji dalam Rakor Bersama FKUB dan Tokoh Agama di Ruang Sidang Balaikota, Senin (30/03). Rakor ini dihadiri oleh Walikota Malang Sutiaji, Wawali Sofyan Edi Jarwoko, Danrem 083/Baladhika Jaya Zainuddin, Dandim 0833 Malang Kota Tommy Anderson, Kapolresta Malang Kota Leonardus Simarmata, Ketua FKUB, MUI, tokoh agama dan perangkat daerah terkait.

Penegasan Walikota yang juga didukung jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut, direspon positif oleh MUI Kota Malang serta Pimpinan NU dan Muhammadiyah Kota Malang.

“Kita akan sampaikan ke warga Muhammadiyah, selama kondisi (Corona, red) untuk Sholat Jumat (Dhuhur, red) ibadah di rumah masing-masing, ” ujar Profesor Haris, Ketua PD Muhammadiyah Kota Malang.

KH. Isroqun Najah (Gus Is) dari PC NU Kota Malang menambahkan perlu ada gerakan masif melalui kelurahan, pemuda dan tokoh agama.

“Saya apresiasi. Sekarang Masjid Jami, ngaji itu sudah pake livestreaming” ujar Gus Is.

Terkait mobilitas massa seperti mudik lebih awal, Pemkot Malang akan bersinergi dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang untuk melakukan kegiatan yang sama sehingga mobilitas orang dapat terpantau.

“Selanjutnya berkaitan dengan himbauan kepada RT/RW untuk mendata orang. Nantinya mendata orang datang dari mana asalnya karena informasi yang terakhir yang justru daerah-daerah yang kemarin tidak ada PDP-nya, ODR nya masih zero, sekarang sudah fluktuatif PDP-nya. Karena banyak orang-orang yang dari luar yang sudah balik ke daerah itu sehingga langsung signifikan kenaikannya,” terang Walikota Malang.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Bertambah 1 Orang

Terkait berita kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Malang kemarin, Walikota Sutiaji tetap menghimbau masyarakat Malang tetap waspada.

“Saya minta kepada masyarakat arti sembuh itu bukan berarti virus tidak bergerak. Kita tetap perlu waspada kesembuhan itu adalah karena faktor bagaimana penanganan secara serius. Tapi ada tambahan positif itu tidak dari tracking yang sebelumnya. Artinya bahwa virus hidup masuk dari mana-mana” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, per hari ini (Senin, 30/3), terkonfirmasi satu lagi pasien positif Covid-19 di Kota Malang.