fbpx
Lakukan Beberapa Prosedur Disinfeksi Covid-19 Secara Aman
Malanginspirasi.com – Lingkungan tempat tinggal bersih dan sehat perlu menjadi perhatian setiap keluarga di tengah penyebaran coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Salah satu upaya yaitu sanitasi lingkungan, usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan.

Disinfeksi Covid-19 ramai dibicarakan oleh masyarakat di tengah merebaknya penyebaran virus tersebut. Disinfeksi yaitu proses dekontaminasi atau menghilangkan secara kimia mikroorganisme.

Profesor Arif Sumantri, Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) menyampaikan bahwa masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal dalam melakukan disinfeksi.

“Memulai dengan cuci tangan yang bersih. Yang kedua harus pakai sarung tangan karena desinfektan itu mempunyai zat yang bisa menimbulkan iritasi kulit atau juga menimbulkan bau. Atau bisa juga menimbulkan sesuatu yang berkaitan pada tubuh kita,” jelas Arif Sabtu (21/3) di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Arif menambahkan, pemakaian masker penting karena beberapa jenis disinfektan dapat menimbulkan gangguan pernafasan. Selain itu, Arif mengingatkan untuk menggunakan baju khusus untuk melindungi tubuh saat melakukan penyemprotan.

Keluarga dapat secara mandiri melakukan upaya pencegahan dengan disinfeksi. Langkah sederhana untuk pembuatan disinfektan yaitu pemanfaatan cuka atau cairan masam dan bahan baku lain.

“Dengan memanfaatkan setengah cangkir gelas cuka, dengan setengah gelas air, ditambah dengan 12 sampai 24 tetes minyak esensial, seperti kayu manis, cengkeh, kayu putih, dan jeruk nipis, maka ini akan menjadi sebuah disinfektan, yaitu antiseptik,” tutur Arif.

Cara membuat disinfketan tersebut dapat mencampurkan beberapa bahan tadi lalu kocok dalam botol penyemprot. Jangan lupa memberi label sebagai tanda aman dan menyimpan di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak.

Setelah membuat disinfektan, kita dapat menyemprotkan ke permukaan benda, seperti gagang pintu atau permukaan meja. Namun, kita perlu melakukan pembersihan klinik dengan tujuan benda yang akan disemprotkan bersih dari debu.

Disinfeksi pada Gagang Pintu
(Disinfeksi untuk mencegah penyebaran Covid-19 perlu dilakukan pada benda-benda yang sering disentuh orang seperti gagang pintu. Foto : Ist)

“Setelah dibersihkan, baru kemudian dibilas. Kemudian dibersihkan dan dibilas dengan lap microfiber,” jelas Arif.

Baca Juga : 7 Rekomendasi WHO untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Ketua Kolegium Pengurus Pusat HAKLI ini menyarankan masyarakat menggunakan cara yang baik dalam melakukan disinfeksi berbagai bibit penyakit, terutama Virus Corona penyebab COVID-19.

Sementara itu, ia juga mengingatkan setelah disinfeksi Covid-19 dilakukan, adalah tidak kalah penting menanamkan budaya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Seperti rajin mencuci tangan dengan sabun serta membuat sanitasi yang baik.

Apabila disinfeksi sudah dilakukan tetapi PHBS tidak diterapkan dan sanitasi buruk, imbuhnya, maka proses pembersihan mikroorganisme itu tidak akan efektif. Karena dapat kembali hadir baik karena pertumbuhan atau ada pembawa yang menempelkannya.

Alasannya, setelah disinfeksi dilakukan tetap akan ada ancaman mikroorganisme seperti di benda-benda mati akan sering dipegang tangan banyak orang dan bisa terkena percikan droplet bersin atau batuk.

“Ada satu hal yang perlu diketahui yaitu sanitasi. Apapun lingkungannya tidak efektif jika sanitasi tidak baik. Pada benda mati itu tidak terlihat jika menjadi tempat melekat mikroorganisme, saling menempel tangan atau droplet,” ujarnya.

Arif mengatakan inti dari disinfeksi adalah menghilangkan mikroorganisme baik melalui proses fisika atau kimia. Disinfeksi merupakan upaya membunuh mikroorganisme dari benda mati dengan disinfektan.

Menurutnya, terdapat perbedaan jika disinfeksi itu menggunakan antispetik yang fungsinya menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan hidup.