fbpx
Safety Chamber Buatan UMM
Malanginspirasi.com, UMM – Dilatarbelakangi pentingnya menjaga keselamatan tenaga medis dari tertularnya virus Covid-19 yang telah merenggut ribuan nyawa, civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berusaha menghadirkan inovasi di bidang kesehatan. Salah satunya berupa alat Safety Chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman.

Safety Chamber berbentuk kotak transparan ini digadang-gadang mampu meminimalisir penularan ketika tenaga medis melakukan pemeriksaan terhadap pasien.

“Jadi saat melakukan pemeriksaan, biasanya pasien terduga Covid-19 mereka akan ada gejala bersin atau batu-batuk. Alat ini dibuat untuk menghindarkan tenaga kesehatan dari penularan melalui droplet saat menyentuh dan mendiagnosa pasien,” demikian dikatakan Koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM, dr. Thontowi Djauhari, M.Kes.

Cara penggunaan alat ini cukup mudah. Pasien tinggal masuk ke pelindung yang terbuat dari bahan mika tersebut untuk diketahui gejala yang dirasakan. Dengan adanya alat ini, tenaga medis yang bertugas tentu akan lebih aman karena dipisahkan ruang dari pasien.

“Tentunya alat ini bukan satu-satunya standar keselamatan yang kami pakai. Tapi kami jiga tetap menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD),” ucapnya.

Baca Juga : Sikat Corona, Kolaborasi Pemkot Malang dan UB Cegah Penyebaran Covid-19

Menurut Thontowi, Safety Chamber buatan UMM saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Nantinya alat ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur lain untuk lebih meminimalisir peluang penularan. Di antaranya adalah penambahan alat bantu bernapas supaya pasien tetap merasa nyaman saat dilakukan pemeriksaan di dalam Safety Chamber. Selain itu juga akan diminimalisir penggunaan lem agar terhindar dari kebocoran.

Dilanjutkan Thontowi, alat inovasi kesehatan prakarsa UMM di tengah pandemi global Covid-19 ini rencananya akan diproduksi massal untuk membantu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dan para tenaga medis.

“Perawatannya mudah, tinggal dibersihkan dengan alkohol. Atau cukup menggunakan sabun deterjen. Karena deterjen lebih efektif membersihkan,” ungkap Thontowi.

Ia berharap ada pihak yang bersedia membantu mengembangkan dan mendanai projek inovasi kesehatan ini sehingga bisa dipakai di banyak rumah sakit.