Malanginspirasi.com, Polresta Malang – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengatakan, mulai hari ini seluruh masyarakat yang keluar maupun menuju Kota Malang harus diseleksi guna menekan penyebaran Covid-19. Baik yang melalui stasiun, terminal bus maupun di perbatasan.

“Ini harus kita laksanakan untuk mengantisipasi mudik yang mendahului. Karena kita sudah indikasikan bahwa ada mudik-mudik yang mendahului masuk menuju Kota Malang,” ujarnya usai Apel Gelar Pasukan dalam rangka Gerakan Masif Penyemprotan Disinfektan di Kota Malang, Selasa (31/3).

Selain itu, tambahnya, di titik-titik tersebut akan disiapkan posko terpadu bersama dengan Bapak Dandim dan rekan-rekan dari dinas perhubungan dan dinas kesehatan. Di posko tersebut juga disediakan Thermal Gun dan penyemprotan kepada masyarakat.

“Kami akan cek tujuan mereka ke mana dan berasal dari mana. Kita akan data dan buatkan blankonya,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan Kapolresta Malang, mulai hari Sabtu dan Minggu kemarin pihaknya telah memberlakukan physical distancing di Jalan Raya Ijen Besar yang merupakan ruas jalan. Serta 10 perumahan yang sudah ditetapkan zona physical distancing.

“Ke depan jumlah ruas jalan dan perumahan akan lebih banyak lagi. Tidak hanya perumahan menengah ke atas, tetapi juga perumahan yang ada di kelurahan atau di beberapa tempat lainnya akan diterapkan zona physical distancing,” terangnya.

Penyemprotan Disinfektan dengan Kendaraan Pemadam Kebakaran

(Penyemprotan disinfektan dilakukan di sekitaran Tugu, DPRD dan Balaikota Malang dengan menggunakan kendaraan pemadam kebakaran (damkar). Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : Walikota Malang Larang Warganya Mondar Mandir di Daerah Zona Merah

Sementara itu ditambahkan Leonardus, penyemprotan disinfektan yang dilakukan hari ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri (STR) 008 tanggal 27 Maret 2020 yang memerintahkan untuk melaksanakan kegiatan disinfektan secara masif dengan menggunakan kendaraan-kendaraan dinas. Juga mengerahkan instansi-instansi baik dari TNI, pemerintah kota dan kelompok masyarakat atau pun relawan.

“Tujuannya adalah kita ingin mengaktifkan dan memasifkan kegiatan ini. Tidak hanya hari ini. Tapi juga hari-hari selanjutnya dan ini akan efektif jika semuanya terlibat,” pungkasnya.