fbpx
Walikota Malang Larang Warganya Mondar Mandir di Zona Merah
Malanginspirasi.com, Balaikota Malang – Walikota Malang, Sutiaji, melarang warga Kota Malang bekerja di zona merah penyebaran Covid-19. Larangan tersebut dikeluarkan resmi dalam bentuk surat edaran yang ditembuskan ke sejumlah pimpinan daerah di Kota Malang.  

Surat Edaran (SE) Walikota yang dikeluarkan Senin (30/3) dengan nomor 338.973/35.73.133/2020. itu, merujuk pada perkembangan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kota Malang sekaligus sebagai upaya pencegahan karena sudah ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Walikota memerintahkan Gugus Tugas Tingkat Kecamatan dan Kelurahan untuk bersikap lebih tegas. Di antaranya mewajibkan warga yang bekerja di zona merah melakukan karantina selama 14 hari. Apabila mengalami gejala-gejala demam, batuk, pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu, agar memeriksakan kesehatan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kemudian warga yang bekerja di luar kota atau setiap hari pulang pergi di daerah zona merah, harus tunduk dan melakukan protokol kesehatan.

Surat Edaran Walikota Malang
(Surat Edaran Walikota Malang.)

Baca Juga : “Kota Malang Zona Merah, Ibadah di Rumah Saja”

Untuk Ketua RT/RW serta masyarakat, diharapkan melaporkan tamu yang datang dari luar kota ke Lurah setempat.

Lurah dan Ketua RT/RW juga wajib memantau warganya yang bekerja di luar Kota Malang atau di daerah zona merah. Jika masih dijumpai warga yang tidak mentaati aturan/larangan tersebut agar segera melaporkannya kepada Camat dan Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan masing-masing.

Lurah dan Ketua RT/RW diminta terus menerus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah, kecuali benar-benar karena ada kepentingan yang mendesak.