fbpx
Bentoel, Gandum, Pertamina, Hiswana Migas dan UM Berikan Bantuan untuk Tanggulangi Dampak Pandemi Covid-19
Malanginspirasi.com, Balaikota Malang – Kolaborasi pentahelix sangat terasa hari ini (7/4) di Balaikota Malang. Perusahaan, komunitas dan akademisi bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama menanggulangi dampak pandemi Covid-19, khususnya di Kota Malang.

Bentoel, Gandum, Pertamina, Hiswana Migas, Universitas Negeri Malang memberikan berbagai macam bantuan kepada Pemerintah Kota Malang untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Virus Corona atau Covid-19.

Tercatat PT Bentoel menyumbang 1.000 liter hand sanitazer dan PT Gandum memberikan bantuan 100 buah APD, 1 dus masker kain, 100 buah sarung tangan, 100 buah penutup kepala medis, 100 buah face shield serta 100 buah sarung kaki.

PT Pertamina menyumbangkan 5 set wastafel dari untuk dipasang di pasar atau fasilitas umum dan DPC Hiswana Migas Malang menyumbang 30 buah Baju APD (Alat Pelindung Diri), 30 pasang Sepatu boots, 10 kotak Masker Sensi, 20 kotak Sarung tangan, 30 buah Face shield, 1 kotak Masker N95, 2 Galon Hand Sanitizer.

Sumbangan Baju APD
(Bantuan berupa sumbangan Baju APD untuk tenaga medis. Foto : Ist)

Sementara itu Universitas Negeri Malang memberikan bantuan 245 buah Hazmat, 245 buah face shields, 200 sarung tangan medis, 6 kotak sarung tangan dan 1 kotak masker medis.

Semua bantuan ini akan dicatat di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan disalurkan melalui Dinas Kesehatan; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Baca Juga : Bantuan Hand Sanitizer dan Paket Sembako dari APTISI

Walikota Malang Sutiaji dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik ini.

“Hari ini kita kumpul semua ini adalah bentuk kepeduliannya, baik perusahaan maupun kelompok-kelompok masyarakat yang lain. Itulah yang sehingga kami sampaikan terima dan sekaligus mohon maaf. Kami terus menerus melakukan perbaikan dan kebaikan untuk semua,“ ujar Sutiaji.

Sumbangan 2 Galon Hand Sanitizer
(Bantuan 2 galon hand sanitizer. Foto : Ist)

“Kami informasikan Orang Dalam Resiko saat ini mengalami fluktuasi yang agak naik. Kalau kemarin agak lambat, setelah muncul 5 sekarang nambah 3 dan rupa-rupanya ada penambahan dari tim medis. Itu artinya bahwa ketika paramedis saja, tenaga kesehatan saja sudah terserang, padahal dia sudah pakai protap APD dia sudah membatasi komunikasi, dia sudah ngerti bagaimana pencegahannya. Tapi dia masih kondisi positif,” imbuhnya.

Walikota Malang juga menekankan bahwa Covid-19 sangat berbahaya dan menyerang siapa saja dan menghimbau kepada masyarakat Kota Malang untuk memakai masker.

Walikota Mencoba Masker Medis
(Walikota mencoba sumbangan face shield yang diperuntukkan bagi tenaga medis. Foto : Ist)

Baca Juga : Walikota Sutiaji Apresiasi Perlengkapan APD Buatan Kota Malang

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Dr. H. AH. Rofi’uddin, M.Pd sebagai perwakilan pemberi bantuan hari ini menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian untuk bersama-sama menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

“Sedikit saya tambahkan adalah kebersamaan kita, gotong royong kita, inilah modal utama kita untuk bisa menghentikan penyebaran Covid-19 lebih lanjut. Jika kita terus bergandeng tangan semua komponen masyarakat bisa bersatu dengan menaati protokol-protokol yang sudah dilakukan, yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Saya optimis apa yang sedang kita hadapi, musibah yang kita hadapi ini akan segera berakhir,” tegasnya.