Malanginspirasi.com, Lowokwaru – Hmbauan pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul sejak meluasnya pandemi Virus Corona (Covid-19), berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Apalagi adanya pandemi ini juga berdampak pada melemahnya mata uang rupiah yang langsung atau tidak, mengerek harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di masyarakat  

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan penyebaran Virus Corona akan semakin memberatkan perekonomian Indonesia. Tak hanya para pengusaha besar namun para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) juga turut menghadapi krisis ekonomi.

Selain itu para pedagang dan penjual kaki lima dengan pendapatan yang tak menentu juga semakin terpuruk dengan adanya pandemi ini.

Salah satunya Lita Widya Astuti, yang memiliki warung yang di sekitar pasar loak Lowokwaru di Jalan Ngantang. Dirinya mengaku bahwa saat pandemi terjadi, para pelanggan semakin berkurang. Para pelanggan umumnya adalah penjual dan pembeli pasar loak yang berada di depan warungnya.

“Pasar loak akhir-akhir ini sepi. Tidak ramai seperti biasanya. Sehingga masakan yang terjual di warung tidak sebanyak sebelumnya”, kata Lita.

Wanita paruh baya itu mengatakan bahwa imbasnya juga terlihat pada penjualan di pasar loak, karena sebagian besar pelanggan membayar makanan setelah beberapa barang terjual.

Pasar Loak Lowokwaru Sepi

(Suasana pasar loak di Jalan Ngantang, Lowokwaru, yang terlihat sepi. Sepinya pasar loak ini berpengaruh terhadap omzet penjualan warung-warung di sekitarnya. Foto : Sherla Naya/Malang Inspirasi)

“Bayar makannya setelah ada barang yang terjual. Kalau sepi seperti ini ya biasanya orang-orang utang dulu,” beber Lita yang akrab disapa Wiwit.

Jika biasanya kopi yang terjual seperempat kg dalam sehari, namun kini jumlahnya berkurang drastis.

“Banyak makanan yang juga tidak terjual. Padahal harga bahan makanan naik. Saya sendiri cuma menyediakan 3 menu makanan setiap harinya, namun tetap saja banyak yang tidak terjual,” jelasnya.

Baca Juga : Wabah Covid-19 Berefek Domino bagi Industri Pariwisata di Malang

Hampir sama dengan yang dialami Wiwit, para pedagang lain di pasar loak Lowokwaru pun mengaku sepi pengunjung sejak sekolah diliburkan. Ini karena sebagian pembeli baru mampir setelah menjemput anak mereka pulang sekolah.

“Untuk penjualan di warung saya ini, menurun sejak adanya Corona. Penurunannya sekitar 50 persen setiap harinya,” ujar Wiwit.

Ia berharap wabah Virus Corona cepat berakhir dan keadaan bisa segera normal kembali.