Ikuti PSBB, Pemkot Malang Ketatkan Arus Masuk Orang

  • Whatsapp
Ikuti PSBB, Pemkot Malang Ketatkan Arus Masuk Orang
(Walikota Sutiaji, menegaskan Pemkot Malang akan memperketat arus masuk orang ke Kota Malang untuk mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Foto : Ist)
Malanginspirasi.com – Pengetatan semakin dilakukan Pemkot Malang. Terlebih pasca dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 perihal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita semua berpacu dengan waktu, berkejaran dengan “gerak” Covid-19 itu sendiri. Dan, saya perlu ingatkan kepada kita sekalian, bahwa jangan hanya melihat angka PDP konfirm positif atau pun yang dirawat. Tapi coba kita cermati dan waspadai pula angka ODR (Orang Dengan Resiko), OTG (Orang Tanpa Gejala) maupun ODP (orang Dalam Pantauan) yang terus merangkak naik (bertambah),” demikian pesan tegas Walikota Malang, Sutiaji.

Ia menambahkan, hal ini diperparah dengan beberapa warga  yang terkesan abai dengan situasi yang ada. Indikasinya bisa dilihat dari jalanan kota yang masih ramai lalu lalang.

Read More

“Kita sudah himbau tinggal di rumah, pelaku usaha (pengusaha kuliner, red) pun tidak kita perintah mutlak tutup, tapi lakukan layanan dengan pesan antar (take away, red). Itu semata untuk mereduksi kumpulan dan mobilitas orang di jalanan. Oleh karenanya, langkah pengetatan kita tajamkan. Terlebih dengan dikeluarkannya aturan PSBB,” ujar Walikota.

Walikota sendiri secara bergantian bersama Wawali Sofyan Edi Jarwoko melakukan monitoring “senyap” pada sudut-sudut jalanan kota Malang.

Baca Juga : Tekan Penyebaran Covid-19, Masyarakat Dari dan Menuju Kota Malang Akan Diseleksi

Ada beberapa hal yang ditekankan Walikota Sutiaji dalam mempersiapkan PSBB di wilayahnya,  yakni :

  1. Pengajuan surat persetujuan PSBB ke Gubernur Jawa Timur,
  2. Penguatan posko pantau pintu masuk ke kota Malang, baik untuk titik henti angkutan umum (stasiun, terminal dan bandara) maupun penyisiran yang menggunakan kendaraan pribadi,
  3. Penyiapan rumah karantina/transit bagi pendatang yg terdeteksi berpotensi rawan/resisten C19. Diantaranya alternatif pemanfaatan rusunawa,
  4. Penguatan pendataan per wilayah dan pelaksanaan kawasan physical distancing per kelurahan

Hal tersebut ditekankan Sutiaji saat gelar vidcon bersama Sekkota,  Plt. Kadinkes,  Kadishub,  Kepala BPBD dan 5 (lima) Camat,  pada minggu 5 April 2020.

Sementara itu, data Covid-19 per tanggal 5 April 2020 adalah ODR 687 kasus (bertambah 12 dari kemarin), OTG 52, ODP 359 (290 dipantau dan 69 selesai dipantau). Sedangkan positif Covid-19 ada 5, 3 sembuh dan 2 dirawat. Untuk PDP meninggal 3 orang, PDP sehat/selesai pengawasan 13 orang dan PDP masih dirawat 33 orang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *