Jumlah PDP Meningkat, Polresta Malang Kota Bentuk Satgas Zona Merah

  • Whatsapp
Jumlah PDP Meningkat, Polresta Malang Kota Bentuk Satgas Zona Merah dan Siapkan Aplikasi
(Didampingi Walikota Sutiaji, Kapolresta Malang memberikan pengarahan kepada Satgas Zona Merah. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Malanginspirasi.com, Polresta Malang – Sebanyak 20 personil gabungan TNI/POLRI yang tergabung dalam satgas zona merah, diterjunkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di zona merah Covid-19. Hal ini dilakukan menyusul jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Malang yang terus bertambah setiap harinya.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata, mengatakan, ada 17 titik zona merah yang akan dilakukan penyemprotan secara simultan terus menerus.

“17 titik ini sudah kita petakan sebelumnya yakni kawasan permukiman yang di dalamnya terdapat pasien positif Covid-19 dan PDP,” ucapnya usai memberangkatkan Satgas Zona Merah di halaman Polresta Malang Kota, Selasa (21/4).

Menurutnya, setiap pasukan TNI POLRI yang ditugaskan di daerah zona merah Covid-19 tersebut sudah dibekali dengan peralatan dan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Karena mereka yang bertugas di zona merah diibaratkan berangkat perang, sehingga harus dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai.

“Jadi setiap personil yang bertugas di zona merah sudah dibekali APD lengkap, baju hazmat, helm, kacamata dan masker. Karena kita tidak menginginkan TNI POLRI yang bertugas tersebut justru malah terkena paparan dari virus,” terangnya.

Disampaikan Leo, saat ini jumlah PDP di Kota Malang terus bertambah. Bahkan sebagian PDP tidak berada di rumah sakit tapi diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat yang telah ditentukan.

Kapolresta Malang, Kombes Pol. Leonardus Simarmata
(Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Namun sayangnya, PDP yang seharusnya melakukan isolasi mandiri tersebut justru berkeliaran. Mereka tidak sadar bahwa merekalah yang sangat berpotensi dapat menyebarkan virus ke orang lain.

“Kita harus pastikan orang PDP ini selama 14 hari melakukan isolasi penuh di rumah ataupun di tempat yang ditunjuk. Oleh karena itu kami sedang mengembangkan aplikasi untuk memantau pergerakan PDP sehingga masyarakat bisa ikut memantau,” ungkapnya.

“Aplikasi tersebut akan segera diluncurkan. Tapi sekarang kita akan masukkan dulu daftar PDP-nya dan kita mintai setiap PDP alamatnya di mana, nomer telponnya berapa, tandasnya.

Pemberangkatan Satgas Zona Merah
(Pemberangkatan Satgas Zona Merah di halaman Polresta Malang Kota, Selasa (21/4). Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Baca Juga : BPBD Kota Malang Terus Lakukan Penyemprotan Disinfektan untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Sementara itu diakui Walikota Malang, Sutiaji, jumlah PDP di kota Malang terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tanggal 7 Apri 2020, jumlah PDP masih diangka 60 orang. Namun saat ini sudah mencapai 114 orang. Kemarin PDP ada yang meninggal dunia dan hari ini juga ada PDP yang meninggal dunia.

“Oleh karenanya kami mendukung sekaligus mengapresiasi tindakan yang dilakukan Polresta Kota Malang yang akan membuat aplikasi untuk mendeteksi pergerakan orang, khususnya PDP,” pungkas Walikota.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *