Malanginspirasi.com, Balaikota Malang – Akibat semakin mewabahnya pandemi Covid-19, berdampak langsung pada berkurangnya jumlah pengunjung di pasar. Hal ini pada akhirnya menyebabkan merosotnya pendapatan para pedagang.

“Sekarang kondisi pasar di Kota Malang terjadi penurunan pengunjung sekitar 40 persen karena banyak masyarakat yang mulai mengurangi aktivitas keluar masuk pasar. Sehingga otomatis juga menyebabkan omset para pedagang di pasar mengalami penurunan,” jelas Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Drs. Wahyu Setianto, MM, ditemui kemarin di Balaikota Malang.

Meski demikian, menurut Wahyu, justru harga-harga di pasaran sekarang rata-rata mengalami kenaikan. Seperti gula pasir yang biasanya hanya Rp 12 ribu, sekarang melonjak naik mencapai harga Rp 19-20 ribu rupiah per kilogram. Hal ini terjadi karena permintaan gula banyak tapi stoknya terbatas.

“Minggu lalu saya coba berkirim surat ke Kebon Agung untuk melakukan operasi pasar. Dan kemarin sudah dilakukan operasi pasar di Kecamatan Kedungkandang bekerja sama dengan KUD Subur,” ucapnya.

“Kalau di operasi pasar harga gula hanya Rp 16 ribu rupiah per kilogram,” imbuhnya.

Baca Juga : Wabah Covid-19 Berefek Domino bagi Industri Pariwisata di Malang

Selain gula, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas telur. Telur yang biasanya hanya Rp 22 ribu, sekarang naik menjadi Rp 25 ribu rupiah/kg.

“Kalau untuk bawang putih masih bertahan di angka Rp 50 ribu rupiah/kg. Untuk sayuran ada yang naik Rp 500-1.000 rupiah dan minyak goreng masih kisaran Rp 9.500-11 ribu rupiah,” ujarnya.

Ayam potong sekarang juga mengalami kenaikan di harga Rp 35-36 ribu yang sebelumnya hanya Rp 32 ribu rupiah per kilo gramnya.

“Kami menghimbau kepada pembeli jangan membeli ayam potong di tempat-tempat yang tidak jelas meski pun harganya murah,” kata Wahyu.