fbpx
‘Pemasyarakatan Peduli’, Lapas Klas 1 Lowokwaru Malang Bagikan Paket Sembako dan Masker

Malanginspirasi.com, Lapas Lowokwaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Lowokwaru Malang kembali mengadakan Bakti Sosial (Bakso) yang dikemas dalam kegiatan bertajuk ‘Pemasyarakatan Peduli’. Sebanyak seratus paket sembako dan masker dibagikan kepada masyarakat yang dirasa sangat membutuhkan dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19.

Kalapas Klas 1 Malang, Anak Agung Gde Krisna, menjelaskan, kegiatan pelaksanaan bakti sosial ‘Pemasyarakatan Peduli’ yang ke dua kalinya ini sebagai wujud kepedulian pihak Lapas dalam musibah Covid-19 sekaligus dalam rangka hari ulang tahun pemasyarakatan yang ke-56.

“Kegiatan ‘Pemasyarakatan Peduli’ ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia karena merupakan perintah langsung dari Plt Direktur Jenderal,” jelasnya usai membagikan paket sembako, Kamis (23/4).

Disampaikan Agung, pada baksos kali ini pihaknya menyiapkan sebanyak 100 paket sembako berupa beras, minyak goreng dan mie instan serta masker untuk dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu seperti tukang becak, tukang pengangkut sampah, maupun ojek online.

Membagikan Sembako ke Petugas Sampah
(Petugas angkut sampah di sekitar juga mendapat bantuan dalam kegiatan bakti sosial ‘Pemasyarakatan Peduli’. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

“Ada 2 titik lokasi pembagian yakni di salah satu panti asuhan Panti Asuhan Yatim Dhuafa Al Ikhlas Putra, di dusun Biru, Gunung Rejo, Singosari, Kabupaten Malang,” terangnya.

Baca Juga : Bersama Arema FC, Karang Taruna dan Satgas Kelurahan Tangguh Penanggungan Bagi-bagi Nasi Bungkus Gratis

Lebih lanjut dikatakan Agung, dalam kegiatan tersebut, pihak lapas juga turut melibatkan Warga Binaan (WB) untuk membantu pelaksanaan pembagian sembako.

Warga Binaan Bagikan Sembako ke Driver Ojol
(Warga binaan turut membagikan paket sembako kepada driver ojek online (ojol). Foto : ANC/Malang Inspirasi)

“Pada pembagian paket sembako kali ini kami juga melibatkan empat orang warga binaan. Karena kami ingin memberikan pesan sekaligus melatih warga binaan untuk bisa saling berbagi dengan sesama,” sebutnya.

Selain itu, Agung menambahkan, agar warga binaan tidak merasa terkucilkan di dalam lapas. Hal ini karena sebenarnya masih banyak orang yang kehidupannya lebih susah daripada mereka yang berada di lapas.