fbpx
Pemkot Malang Bersiap Terapkan PSBB di Kota Malang
Malanginspirasi.com – Pemkot Malang telah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Gubernur Jawa Timur. Untuk mempersiapkan PSBB tersebut, Walikota Malang, Sutiaji, Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto meninjau langsung kesiapan posko mudik dan pelayanan Covid-19 di posko terminal Landungsari, posko Hawai Water Park, posko Terminal Arjosari dan posko Stasiun Kota Baru.

Walikota Sutiaji menjelaskan bahwa tujuan dilakukannya peninjauan posko ini adalah untuk melihat kesiapan Kota Malang menghadapi arus mudik, terutama di perbatasan-perbatasan kota.

“Kami akan melihat pergerakan orang serta memantau langsung siapa-siapa saja yang masuk ke Kota Malang dan bagaimana kondisinya,” ujar Sutiaji.

Hal tersebut, lanjutnya, bukan hanya untuk memantau masuknya orang dari wilayah lain yang juga terjangkit Covid-19. Akan tetapi juga sebagai upaya untuk terus menekan penyebaran virus Covid-19 di Kota Malang.

“Ke depan, kami juga sedang menyiapkan beberapa rumah singgah bagi pemudik yang akan masuk ke Kota Malang agar dapat melakukan karantina lebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya masing-masing. Alternatif lokasinya adalah di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di jalan Kawi, Rusunawa milik Unikama dan Rusunawa bantuan dari KemenPUPR yang belum diserahkan pada kami,” tuturnya.

“Kami memandang amat sangat penting pemberlakuan PSBB ini. Pertimbangannya, mobilitas orang semakin hari semakin susah dideteksi. Maka perlu ada pantauan dan regulasinya jelas,” tambahnya.

Baca Juga : Ikuti PSBB, Pemkot Malang Ketatkan Arus Masuk Orang

Mengingat mobilitas orang yang lalu lalang dan keluar masuk ke Kota Malang semakin hari juga semakin sulit terdeteksi, karenanya langkah pengetatan akses keluar masuk lebih dikuatkan.

Cek Suhu Warga yang Masuk Kota Malang

Cek Suhu Warga yang Masuk Kota Malang-2
(Walikota turut mengecek kondisi suhu sejumlah warga yang baru masuk ke Kota Malang. Jika kedapatan suhunya terdeteksi di atas normal, maka warga tersebut harus diobservasi dulu di posko pemantauan. Foto : Ist)

Saat monitor pos pantau di pintu masuk utara (Hawai Water Park), Walikota dan Wawali menjaring 5 orang yang termonitor suhu tubuhnya di atas normal. Selanjutnya yang bersangkutan diobservasi terlebih dahulu di posko.