fbpx
Tanggung Jawab Moral Sebagai Orang Jawa, Arik Tekuni Pembuatan Alat Musik Tradisi
Malanginspirasi.com, Lesanpuro, Kedungkandang – Sudah delapan tahun belakangan ini, tepatnya sejak tahun 2012, Arik Sugianto serius menekuni kerajinan pembuatan alat musik tradisional, khususnya gamelan maupun karawitan. Tidak hanya dari Malang Raya, Arik juga kerap menerima pesanan alat musik tradisi tersebut dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Arik menceritakan, sebagai seorang seniman yang pernah tergabung dalam sebuah grup kesenian seperti kuda lumping, tentunya tidak bisa dipisahkan dengan berbagai alat musik tradisi yang selalu mengiringi di setiap pementasan. Sayangnya tidak semua kualitas alat musik tradisi yang selama ini digunakan sesuai dengan yang diharapkannya.

“Saya yang awalnya sebagai konsumen pemakai alat musik tradisi seperti gamelan, merasa kurang puas dengan pengerjaan gamelan-gamelan yang dijual di pasaran. Rupanya hal yang sama juga dirasakan oleh teman-teman (pelaku) kesenian lainnya,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

Apalagi di Malang saat ini ternyata memang belum ada generasi yang meneruskan kerajinan gamelan. Meski pun dulu sebenarnya ada pengrajinnya, tapi terpencar-pencar. Misalnya pengrajin gendang sendiri dan pengrajin gamelannya juga sendiri.

Baca Juga : Sutiaji Harapkan Festival Kios Jadoel Jadi Event Penopang Wisata Kota Malang

Berangkat dari kondisi tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai orang Jawa, terutama orang Malang, Arik kemudian bertekad menekuni profesi sebagai pengrajin alat musik tradisi.

“Akhirnya dari situ saya bertekad memberanikan diri untuk belajar sendiri membuat gamelan secara otodidak. Dan Alhamdulillah gamelan buatan saya bisa diterima di Malang Raya dan seluruh wilayah di Jawa,” ujarnya.

Alat2 Musik Tradisi Buatan Arik
(Sejumlah alat musik tradisi buatan Arik. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Di kediamannya yang berlokasi di Jalan Raya Ki Ageng Gribik gang 12, RT 06 RW 09, Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tersebut, Arik dengan dibantu dua orang lainnya mampu menyelesaikan pesanan berbagai macam produk alat musik tradisional. Di antaranya kendang, gamelan Jawa, gamelan Banyuwangi, bedug dan alat musik etnis lainnya.

“Misal ada orang yang datang dengan membawa contoh alat musik seperti kendang Sulawesi, bisa saya kerjakan. Selama alat musik tersebut berupa alat musik tradisi saya bisa membuatnya,” ucapnya.

Selama ini pemesanan hampir dari seluruh wilayah Jawa Timur mulai dari Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Lumajang, Jember, Banyuwangi dan Probolinggo, imbuhnya.

Baca Juga : Melestarikan Budaya Pangan Masyarakat Dapat Membantu Upaya Diversifikasi Pangan

Terkait harga, menurut Erik produk alat musik tradisi yang ia buat harganya lebih murah daripada produk dari Jawa Tengah. Untuk kendang harganya kisaran mulai dari Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 4,5 juta.

Sedangkan harga alat musik lengkap untuk kesenian jaranan mulai dari Rp 9 juta sampai Rp 25 juta dan untuk kesenian karawitan mulak dari Rp 45 juta sampai Rp 65 juta.

“Jadi meskipun harganya murah tapi kualitas tetap bagus,” terangnya.

Arik Mengerjakan Pesanan Alat Musik
(Arik tengah mengerjakan pesanan alat musik tradisi di workshop-nya di Jl Raya Ki Ageng Gribik, Kota Malang. Foto : ANC/Malang Inspirasi)

Sementara lama pembuatannya sendiri bervariasi. Untuk gamelan Jaranan paling lama pembuatannya satu bulan dan untuk kerawitan atau pedalangan bisa 2-3 bulan pengerjaan.

“Bahan baku yang sulit di dapatkan di wilayah Malang adalah plat kuningan. Karena harus memesan terlebih dulu atau mengambil dari Surabaya. Sedangkan bahan kayu dan kulit, di Malang ketersediaanya cukup melimpah sehingga tidak sulit mendapatkannya,” pungkasnya.