GA Café, Tempat Nongkrong dengan Nuansa Jadul

Tampak depan GA Kafe

Malanginspirasi.com – Satu lagi berdiri kafe di Kota Malang. Hanya saja yang membedakan kafe ini dengan kebanyakan kafe lainnya adalah nuansanya. GA Café menawarkan nuansa jadul (jaman dulu) untuk tempat nongkrong, terutama bagi para pecinta barang kuno/antik.

GA Café sebenarnya merupakan pengembangan dari Garasi Antik, sebuah bengkel barang-barang antik yang didirikan enam tahun silam.

Garasi Antik
Garasi Antik, cikal bakal dari GA Café. Foto: Ist/Dok Pri

Menurut Saiful Mustaqim, pemilik Garasi Antik, rekan-rekannya di komunitas pecinta barang-barang antik terkadang membutuhkan tempat untuk berkumpul yang representatif dan nyaman. Entah itu untuk sekedar bertemu, ngobrol, atau juga bertukar informasi mengenai hal-hal yang mereka sukai.

“Memang di Garasi Antik kita sesekali bertemu. Namun karena tempatnya sempit dan penuh barang, jadi kurang leluasa. Lalu terbersit ide untuk sekalian saja bikin tempat nongkrong yang enak dan bisa untuk bersantai,” tuturnya.

Garasi Antik penuh sesak dengan barang
Garasi Antik yang penuh sesak dengan barang-barang. Foto: Ist/Dok Pri

Daripada pusing-pusing, ia kemudian menamainya GA Café. Akronim dari Garasi Antik Café.

“Simple dan mudah diingat,” ujar Saiful mengenai kafenya tersebut.

Meski berawal dari keinginan mewadahi para pecinta barang antik untuk ajang bersilaturahmi, namun kafe ini juga terbuka bagi masyarakat umum. Siapa saja bisa datang ke sana. Termasuk dari kalangan akademisi seperti ITS, Unibraw, ITN, UM, dll, yang memiliki ketertarikan pada benda-benda bernilai sejarah.

“Teman-teman dari kampus sering berkunjung ke sini. Tapi ya itu tadi, karena tempatnya campur aduk dengan barang-barang, jadi kurang nyaman menjamu mereka. Kalau ada tempat khusus untuk nongkrong dan ngobrol ngalor ngidul sembari menikmati suguhan minuman beserta makanan, kan lebih asyik,” tutur alumni Universitas Negeri Malang lulusan tahun 2001 ini.

Nongkrong sambil bekerja di GA Kafe
Tak hanya tempat nongkrong, di GA Café pun juga sambil bekerja karena ditunjang free Wifi. Foto: Ist/Dok Pri

Sama seperti kafe pada umumnya, kopi adalah minuman yang wajib ada. Kopi yang disajikan khususnya adalah kopi tubruk arabika dan robusta asli Dampit. Kemudian juga ada teh, beras kencur serta aneka jus buah.

Sedangkan untuk menu makanannya, disediakan masakan khas Jawa seperti pecel, rawon, lodeh, nasi campur, dlsb.

Suguhan di GA Café sebagian besarnya adalah makanan dan minuman tradisional yang lekat dengan budaya Jawa.

“Ini disesuaikan dengan tema kafenya. Sebisa mungkin diusahakan bernuansa retro, ala-ala masa lalu. Jadi tiidak hanya barang-barangnya saja yang antik, kuno. Tapi kafenya, GA Café, juga harus memilki nuansa jadul,” terang Saiful.

Nuansa Jadul
Nuansa jadul akan sangat terasa di GA Café

Sama seperti Garasi Antik, GA Café juga berlokasi di Belakang RSU Syaiful Anwar, Kota Malang. Saat ini, kafe tersebut tengah dalam proses pengerjaan, mulai dari penataan tempat hingga pembuatan meja kursinya.

“Insya Allah bulan Oktober nanti GA Café sudah bisa dikunjungi. Bagi bolo-bolo yang ingin merapat, monggo datang kemari. Kita bisa santai ngobrol soal apa saja sembari menikmati hidangan wedang, jajanan dan makanan khas tempo dulu. Kafe ini buka setiap hari, pagi sampai malam,” pungkas Saiful Mustaqim. (TON)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *