Lonjakan Penumpang di Stasiun Malang, KAI Siapkan 6.104 Kursi di Tengah Ancaman Erupsi Anak Krakatau

Peristiwa90 views

Malanginspirasi.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang di Stasiun Malang di tengah kekhawatiran dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada Senin (7/9/2026), KAI menyiapkan 6.104 tempat duduk untuk berbagai tujuan guna memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat yang meningkat drastis.

Sehari sebelumnya, Minggu (6/9), Stasiun Malang melayani 6.785 pelanggan naik dan turun, atau naik 15 persen dibanding pekan sebelumnya yang hanya 5.903 orang. Hingga pukul 08.30 WIB hari ini, sudah tercatat 5.740 pelanggan, terdiri atas 2.597 penumpang naik dan 3.143 turun.

Ribuan warga memadati stasiun, menandakan tingginya mobilitas masyarakat yang mencari moda transportasi aman di situasi darurat. Selain rute di Pulau Jawa, KAI Daop 8 juga mengerahkan empat perjalanan kereta tujuan Jakarta dengan total 1.890 kursi.

Keempat kereta yang menjadi pilihan utama penumpang ke ibu kota adalah:

  • KA Jayabaya (Malang–Pasarsenen) berangkat pukul 13.45 WIB
  • KA Gajayana (Malang–Gambir) berangkat pukul 14.55 WIB
  • KA Brawijaya (Malang–Gambir) berangkat pukul 16.00 WIB
  • KA Majapahit (Malang–Pasarsenen) berangkat pukul 17.45 WIB

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan pihaknya terus menyesuaikan kapasitas dan pelayanan. “Kami terus menyesuaikan kapasitas dan pelayanan demi memastikan kebutuhan perjalanan masyarakat terakomodir dengan baik. Keselamatan tetap yang utama,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menyikapi potensi paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, KAI mengimbau pelanggan untuk memakai masker, terutama saat berada di luar ruangan atau area yang berpotensi terdampak debu vulkanik.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, asalkan tetap mengikuti informasi resmi dari KAI dan menjaga kesehatan selama perjalanan,” tutup Mahendro.

Dengan langkah tersebut, KAI berupaya tidak hanya menyediakan moda transportasi, tetapi juga menjadi garda depan dalam menghadapi situasi darurat.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *