5 Hal yang Harus Anda Lakukan Saat Remaja Berlaku Tidak Sopan dan Suka Membantah

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Saat Remaja Berlaku Tidak Sopan dan Suka Membantah

Malanginspirasi.com – Pada dasarnya remaja bersifat impulsif secara verbal. Hal ini dikarenakan otak remaja yang sedang berkembang lebih banyak dipandu oleh emosi daripada logika. Kendati demikian bukan berarti orangtua dapat membiarkan perilaku tidak sopan dan suka membantah pada remaja.

Jika Anda memiliki anak remaja dan mendengar mereka berkata “aku tidak akan mendengarkanmu” “terserah apa mauku” atau “itu tidak adil” hal itu bisa menjadi sangat menyebalkan.

Cara untuk menghadapi remaja yang tidak sopan dan suka membantah sangat penting karena jenis pendisiplinan Anda akan mempengaruhi seberapa besar kemungkinan perilaku tersebut akan berlanjut.

Dalam jurnal Conflict with friends, relationship blindness, and the pathway to adult disagreeableness yang ditulis oleh Hafen CA, dkk. Penelitian menunjukkan remaja yang kasar cenderung berubah menjadi orang dewasa yang kasar. Jadi sangat penting untuk mengajari remaja bagaimana cara mengendalikan amarah, tanpa membentak, atau bahkan membanting pintu.

Meskipun sulit untuk tetap bersikap tenang saat remaja sedang berperilaku tidak sopan, jika Anda mampu menghadapi remaja dengan cara yang tepat Anda akan mendapat peluang lebih besar untuk menjaga hubungan dengan anak dan memiliki rencana dan upaya untuk menjaga komunikasi tetap terbuka.

Cobalah beberapa tips berikut saat remaja Anda mulai tidak sopan dan suka membantah.

1. Tetapkan Aturan dan Tekankan Rasa Hormat

menghadapi remaja tidak sopan

Buat aturan dengan jelas perilaku yang mana yang bisa diterima dan perilaku mana yang tidak dapat ditoleransi. Walaupun ada beberapa orangtua yang tidak keberatan dengan sikap remaja yang tidak sopan seperti membentak atau membanting pintu ada pula yang memberi kebijakan tanpa toleransi.

Perjelas jika sikap membantah, merendahkan, menjelek-jelekkan, atau mengancam akan mendapatkan konsekuensi negatif.

2. Tetap Tenang

Tetap tenang, tarik napas dalam-dalam, menjauh, atau ucapkan kalimat atau kata yang membuat Anda tenang ulangi berulang kali di kepala Anda. Lakukan apa pun untuk mencegah amarah menguasai diri Anda. Jangan pancing anak untuk meniru hal buruk saat anda mencoba mendisiplinkan dengan cara verbal kasar.

Penting bagi orangtua, wali, ataupun pengasuh untuk mencontohkan perilaku ini juga. Membentak dan bentuk pendisiplinan verbal kasar lainnya dari orangtua dapat menimbulkan masalah tingkah laku dan gejala depresi pada anak terutama remaja usia 13-14 tahun.

Meneriaki anak remaja Anda atau berdebat dengannya hanya akan memperburuk situasi. Jadi, tidak peduli apa yang anak remaja Anda katakan, tidak sopan, tetaplah tenang.

3. Jangan Menyerah

Alasan lain remaja saat terus menerus bersikap kasar adalah mereka berpikir bahwa orangtua bisa menyerah dan luluh. Apapun yang Anda lakukan, jangan menyerah ketika anak remaja Anda bersikap tidak sopan.

Jika orangtua melakukannya maka Anda akan memperkuat perilaku tidak sopan, dan anak remaja Anda akan berpikir bahwa itu adalah cara yang tepat baginya untuk memperoleh apa yang dia inginkan.

Jangan biarkan anak remaja Anda membuat Anda merasa bersalah sehingga berubah pikiran setelah Anda mengatakan tidak. Bahkan jika anak remaja Anda mengatakan Anda adalah orang tua terburuk di dunia, atau mencoba meyakinkan Anda bahwa Anda menghancurkan hidupnya, tetap patuhi aturan Anda.

4. Berikan Satu Peringatan

Jika anak remaja Anda menolak untuk mengikuti arahan yang Anda berikan, atau ia terus berperilaku tidak sopan, berikan peringatan. Beri tahu mereka apa konsekuensi jika mereka tidak berhenti. Namun, jangan ulangi peringatan itu berulang kali.

Sebaiknya berikan peringatan dan tindak lanjuti dengan konsekuensi yang akan diterimanya. Hapus hak istimewa mereka atau beri tanggungjawab tambahan bila diperlukan.

5. Selesaikan Masalah Bersama

Jika membentak telah menjadi masalah umum di rumah Anda, gunakan kesempatan ini sebagai cara untuk mengajarkan keterampilan pemecahan masalah pada remaja Anda. Tunggu situasi tenang hingga semua orang siap untuk diajak bekerja sama dalam menangani masalah.

Duduk dan diskusikan tentang kekhawatiran Anda akan kurangnya rasa hormat satu sama lain. Ajaklah anak remaja Anda berdiskusi dan mintailah ia ide dan strategi untuk mengatasi permasalahan ini. Perjelas bahwa Anda ingin semua orang di rumah saling menghormati satu sama lain.

Tunjukkan bahwa Anda juga bersedia melakukan perubahan. Misalnya, jika anak remaja Anda mengatakan bahwa mereka membantah karena Anda selalu menyuruhnya membersihkan kamar ketika ia sedang menonton acara favoritnya, bekerjasamalah untuk mencari solusi agar semua anggota keluarga dapat saling hidup nyaman dan menghormati satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *