Malanginspirasi.com – Di Jalan Letjen S. Parman I, tepat di depan kawasan Kampung Konservasi Air Glintung Water Street, berdiri sebuah lapak rujak sederhana yang selalu mengundang perhatian.
Warna hijaunya mungkin mulai pudar dimakan waktu, namun aroma petis yang menggugah selera tetap memikat setiap orang yang lewat.
Lapak itu dikenal dengan nama Rujak Duro Glinting Mbok Anik, sebuah usaha kecil yang menyimpan kisah ketekunan dan kehangatan.
Titik Balik
Usaha ini dimulai oleh pasangan Mbok Anik dan Moh. Risun pada 2 April 2018, tujuh tahun lalu.
Dengan modal terbatas dan gerobak sederhana, mereka memulai langkah kecil yang kemudian menjadi penghidupan bagi keluarga.
Mereka tinggal di Mergosono Gang 9A No. 65, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, bersama empat anak mereka.
Dari rumah kecil itulah bahan-bahan segar disiapkan setiap pagi sebelum dibawa ke lapak yang sudah menjadi saksi perjalanan hidup keluarga kecil ini.
“Kami memulai dari nol, Mas. Alhamdulillah sampai sekarang masih diberi kelancaran,” ujar Moh. Risun, suami Mbok Anik, yang kini ikut membantu setiap hari.
Baca Juga:
Bakso Bakar Pak Breng Ramaikan Festival Kuliner Malang dengan Menu Andalan Jumbo
Setiap hari, sejak pukul 09.30 pagi hingga 17.00 sore, perempuan berwajah ramah ini menyajikan rujak Madura yang menjadi kesukaan banyak pelanggan.
Dua menu andalannya, rujak duro dan rujak cingur, menjadi primadona yang membuat orang rela berhenti sebentar di tengah perjalanan.
Meski tempat berjualan mereka tak besar, pelanggan datang hampir tanpa jeda terutama pada sore hari.
Rasa khas Madura adalah kunci yang membuat orang datang kembali.
Ada satu bahan yang tak pernah ditinggalkan tenggeng atau keripik singkong renyah yang menjadi topping wajib rujak ala Madura.
“Orang-orang banyak yang mencari rujak dengan ciri khas orang Madura, Mas. Apalagi tambahan kripik singkong atau tenggeng itu, jadi banyak yang kangen sama rasanya,” jelas Moh. Risun sambil tersenyum bangga.

Menu Andalan
Menu yang paling digemari adalah Rujak Duro dan Rujak Cingur. Kedua menu ini seakan menjadi ikon lapak Rujak Duro Glinting Mbok Anik.
Bahkan kini, mereka sudah melayani pesanan lewat GoFood untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Tak hanya pelanggan yang datang langsung, kini mereka juga menerima pesanan lewat GoFood. Salah satu pelanggan online, Aiko Chan, bahkan memberikan ulasan menarik di websitenya:
“Rujak cingurnya enak. Porsi melimpah. Cingurnya masih fresh dan gak pelit. Worth it lah.”
Ulasan seperti itu membuat Mbok Anik semakin semangat menjaga kualitas rasa dan porsi, meski lapak mereka sederhana.
Dalam sehari, Mbok Anik biasanya menyiapkan 50–60 porsi pada hari biasa. Namun ketika hari libur, jumlah itu bisa meningkat menjadi 75 porsi.
Bahkan saat momen Lebaran, ia mampu menyediakan hingga 150 porsi dalam sehari.
“Kalau tidak hujan bisa 50 porsi sehari. Liburan bisa 75 porsi sehari. Lebaran ya bisa nyamoe 150 porsi,” tegas Moh. Risun dengan logat medok Madura yang hangat.
Daftar Menu
Berikut adalah daftar harga menu Rujak Duro Glinting Mbok Anik, diantaranya:
- Rujak Cingur Istimewa – Rp18.000
- Rujak Duro Spesial – Rp18.000
- Rujak Cingur Spesial – Rp15.000
- Rujak Duro – Rp15.000
- Rujak Buah Manis – Rp15.000
- Rujak Buah Duro – Rp15.000

Meski harganya terjangkau, cita rasa yang ditawarkan jauh melampaui ekspektasi banyak pelanggan.
Tidak lengkap namanya kalau tidak ada minumannya,disini juga menyediakan minuman.
“Es teh, es jeruk, jeruk hangat, teh hangat, dan kopi hitam”, jelasnya.
Di balik kesederhanaan lapaknya, Mbok Anik selalu menghadirkan kehangatan. Pelanggan tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana akrab yang dibangun pasangan ini.
Banyak yang mengaku rindu bukan hanya pada rasanya, tetapi juga pada keramahan mereka.
Lapak rujak ini adalah bukti bahwa usaha kecil bisa tumbuh dengan cinta dan ketulusan.
Bahwa sesuatu yang tampak sederhana seperti rujak dalam piring kertas dapat membawa cerita besar tentang perjuangan dan keteguhan hati.
Di Jalan Letjen S. Parman I yang ramai, di depan Glintung Water Street yang terkenal sebagai kampung konservasi air, Mbok Anik dan suaminya terus mempertahankan tradisi rasa Madura yang mereka banggakan.
Setiap ulekan bumbu, setiap taburan tenggeng, adalah simbol dari kerja keras dan harapan yang tak pernah padam.
Karena bagi mereka, rujak bukan sekadar makanan. Rujak adalah cinta, usaha, dan bukti bahwa ketulusan selalu menemukan jalannya sendiri.








