Malanginspirasi.com – Dimsum kini menjadi salah satu kuliner yang paling diminati masyarakat, terutama kalangan mahasiswa. Makanan khas Tiongkok yang identik dengan sajian kukus dan porsi kecil ini dinilai praktis, terjangkau, dan cocok dinikmati kapan saja. Tren tersebut turut mendorong tumbuhnya berbagai UMKM kuliner di Kota Malang, salah satunya Hanssam Dimsum yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 73.
Pemilik Hanssam Dimsum, Rara Tamia, mengungkapkan, lahirnya Hanssam Dimsum berawal dari kebiasaannya bersama sang suami mencicipi berbagai dimsum yang dijual di Malang.
Namun, mereka menilai dimsum yang mereka coba cita rasanya belum sepenuhnya sesuai dengan selera pribadi.
“Awalnya kami sering coba dimsum di Malang. Rasanya menurut kami masih ada yang kurang. Lidah suami juga cukup rewel soal makanan,” ujar Rara saat diwawancarai jurnalis Malang Inspirasi, Jumat (19/12/2025).

Riset Formula Dimsum
Berangkat dari pengalaman tersebut, Rara dan suaminya kemudian melakukan riset dan hingga akhirnya menemukan formula yang dirasa paling pas.
“Kami R&D sendiri. Setelah itu kami kasih sampel dimsum ke teman-teman untuk minta pendapat,” katanya.
Respons positif dari lingkungan terdekat menjadi titik balik perjalanan Hanssam Dimsum.
Banyak teman yang menilai rasa dimsum buatan Rara lebih cocok di lidah dibandingkan produk serupa yang sudah ada di pasaran.
Dari situlah Rara memberanikan diri untuk mulai menjual dimsum secara terbuka.
“Teman-teman bilang rasanya enak banget. Akhirnya kami coba jual,” ucapnya.

Dalam sehari, produksi Hanssam Dimsum bisa mencapai 700 pcs dengan berbagai varian menu, seperti original, mentai, mozzarella, dan tartar.
Seluruh varian tersebut dikembangkan berdasarkan masukan dan permintaan konsumen.
Sebagian besar pelanggan Hanssam Dimsum berasal dari kalangan mahasiswa, yang juga menjadi pertimbangan utama dalam penetapan harga agar tetap terjangkau, yakni sekitar Rp3.500 per butir.
Menariknya, seluruh produk Hanssam Dimsum menggunakan daging ayam tanpa campuran udang maupun labu. Sehingga lebih aman dikonsumsi oleh pelanggan yang memiliki alergi udang atau seafood.
Gunakan Produk UMKM Lokal
Hal lain yang menjadi ciri khas Hanssam Dimsum adalah komitmennya menggunakan bahan baku dari sesama UMKM lokal Malang, khususnya untuk varian mozzarella.
Rara menjelaskan, pemilihan mozzarella dilakukan melalui proses pencarian dan uji coba yang cukup panjang.
“Kami sudah coba mozzarella yang terkenal, bahkan yang mahal juga pernah. Tapi waktu di-torch, hasilnya kurang bagus dan cepat gosong,” ungkapnya.

Setelah melalui berbagai percobaan, Hanssam Dimsum akhirnya menemukan produk mozzarella dari salah satu UMKM di Malang yang dinilai paling sesuai.
Mozzarella lokal tersebut memiliki tekstur yang stabil dan tidak mudah gosong saat proses torch, sehingga tampilan dan cita rasa dimsum tetap terjaga.
“Yang ini di-torch agak lama tapi tidak gampang gosong. Dari situ kami langsung cocok,” katanya.
Selain menjaga kualitas produk, penggunaan bahan baku lokal juga menjadi bentuk dukungan Hanssam Dimsum terhadap pelaku UMKM di daerah.
Rara menegaskan, kolaborasi antar-UMKM menjadi langkah penting untuk tumbuh bersama.
Baca Juga:
Umayumcha, Dimsum Viral Ramai Pengunjung
Selain penjualan langsung di gerai, Hanssam Dimsum juga melayani penjualan dimsum frozen yang dikirim ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, hingga Kalimantan.
Dengan konsistensi produksi, inovasi rasa, serta keberpihakan pada bahan baku lokal, Hanssam Dimsum perlahan memperkuat posisinya sebagai salah satu UMKM kuliner yang diperhitungkan di Kota Malang.
Di tengah persaingan usaha dimsum yang semakin ketat, Rara Tamian memilih fokus menjaga kualitas, dan keterjangkauan harga.
Pastinya juga kepercayaan konsumen sebagai fondasi utama keberlangsungan usahanya ke depan.








